Investasi Properti, Pilih Semarang atau Yogyakarta?

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – “Keduanya sama-sama bagus. Secara umum cukup maju dan berkembang,” kata CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, mengemukakan pendapatnya tentang potensi Yogyakarta dan Semarang kepada Kompas.com, Minggu (1/11/2015).

Semarang, lanjut Hendra punya potensi menjadi alternatif bagi Jakarta untuk sub-sektor kawasan industri. Di ibu kota Jawa Tengah ini kini tengah dirintis Kawasan Industri Kendal lengkap dengan hunian dan sarana komersialnya atau setaraf kota mandiri.

Kota mandiri Kawasan Industri Kendal tersebut merupakan kolaborasi strategis antara PT Jababeka Tbk, dengan raksasa investasi Singapura, Temasek Holdings. 

Temasek masuk melalui Sembawang Corporation, sementara Jababeka melalui PT Graha Buana Cikarang. Baik PT Graha Buana Cikarang maupun Sembawang Corporation menyertakan modal sebesar masing-masing 51 persen dan 49 persen dari total Rp 1,2 triliun yang disetor melalui PT Kawasan Industri Kendal. 

Pengembangan kota mandiri seluas 2.000 hektar ini, akan menduplikasi kota mandiri Jababeka City. Di dalamnya mencakup lahan industri sebanyak 10 zona, masing-masing memiliki luas 200 hektar, 15.000 hunian yang dilengkapi properti komersial, pusat bisnis dan fasilitas penunjang. 

www.shutterstock.com Ilustrasi

Sementara Yogyakarta punya potensi besar menjadi pasar bagi proyek-proyek apartemen khusus mahasiswa dan bisnis perhotelan. Terbukti beberapa pengembang berlomba membangun apartemen yang berdekatan dengan kampus-kampus perguruan tinggi. Sebut saja PT Adhi Persada Properti (APP), Sahid Group, dan PT HK Realtindo.

properti.kompas.com