Amartha View Avartment Bakal Miliki Tujuh Menara

Big Banner

Semarang – PT PP Properti Tbk berencana mulai membangun proyek Amartha View Avartment, Semarang Barat, Jawa Tengah pada Desember 2015. Kelak akan ada tujuh menara apartemen dengan nilai proyek sekitar Rp 2,1 triliun.

“Nilai proyek itu untuk dua menara pertama yang kami targetkan rampung pada 2017 sekitar Rp 550 miliar, sedangkan investasinya Rp 360 miliar,” ujar Galih Saksono, direktur operasi PT PP Properti Tbk, di sela Bincang Properti di hadapan wartawan di Marketing Gallery Payon Amartha, Ngaliyan, Semarang Barat, Minggu (1/11).

Menurut dia, kehadiran proyek apartemen tersebut merespons tren permintaan di segmen menengah. Dia memperkirakan, permintaan segmen tersebut akan meningkat luar biasa sepanjang dua hingga tiga tahun mendatang.

Lokasi apartemen ini berada kawasan Payon Amartha seluas total 60 hektare (ha) yang saat ini sukses memasarkan rumah tapak Amartha Residence dan Amartha Regency. Amartha View Avartment yang berkonsep resort mulai diperkenalkan kepada publik mulai awal Oktober 2015.
Menara pertama yang berkapasitas 789 unit sontak mendapat respons konsumen. Sedangkan menara kedua yang mencapai sekitar 800 unit akan digulirkan seusai menara pertama berjalan. “Dalam tiga minggu kami mendapat 200 pesanan,” tambahnya.

PP Properti membanderol apartemen di proyek hunian vertikal pertama di Semarang Barat itu mulai dari Rp 200-an juta hingga Rp 500 juta per unit. Sedangkan tipe yang ditawarkan hanya dua, yaitu tipe satu dan dua kamar tidur.

Sementara itu, Siswady Djamaluddin, project manager Payon Amartha, mengatakan, respons masyarakat cukup bagus. Dia optimistis mencapai target penjualan 50% sebelum ground breaking menara pertama.

“Pemesan kami sekitar 70% dari Semarang dan selebihnya dari Jawa Timur,” kata dia.

Siswady mengatakan, Amartha View Avartment dijual mulai dari harga Rp 10 jutaan per meter persegi (m2) dengan tipe 1 bedroom dengan luasan berkisar 22-24 m2 SGA. Lalu, 2 bedroom tipe 36 m2 hingga 2 bedroom tipe 44 m2 SGA.

“Tren harga akan meningkat terus dan hingga pembangunan rampung kami perkirakan mencapai Rp 14 juta per meter persegi,” katanya.

Amartha View Avartment dibangun di atas lahan sekitar 8.800 m2. Ke depan, di Payon Amartha dikembangkan Amartha Mansion (Club House) dan Amartha Arcade berupa supermarket. Sedangkan untuk menara apartemen secara keseluruhan akan ada tujuh menara. “Nilai proyek seluruhnya sekitar Rp 2,1 triliun,” ujar dia.

Apartemen Pertama

Sementara itu, Siswady mengatakan, hingga kini mayoritas pembeli Avartmen Amartha mayoritas menyukai sistem pembayaran secara kredit. Sekitar 85% pembeli memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan apartemen (KPA) dengan bunga sekitar 9,5%. konsumen dapat memanfaatkan KPA melalui Bank Mandiri, Bank BRI, BTN, Mandiri Syariah, dan CIMB Niaga.

“Hanya berkisar 5-15% yang memakai sistem tunai dan tunai bertahap,” ujarnya.

Menurut dia, tren kepemilikan apartemen di Semarang terus meningkat. Dalam dua tahun terakhir terdapat 11 proyek apartemen yang mayoritas dikembangkan di kota Semarang.

“Saat ini, hanya kami yang menggarap proyek di luar Semarang. Proyek Amartha View merupakan hunian vertikal pertama yang berdiri di Semarang Barat,” katanya.

Hunian vertikal berketinggian 24 lantai itu membidik segmen menengah yang dinilai masih cukup potensial. Saat ini, kata Galih, di tengah pelemahan ekonomi nasional dan pelambatan pertumbuhan properti, segmen menengahlah yang mampu bertumbuh.

“Kami melihat booming property akan terjadi pada 2018, diantara 2015-2018 akan terjadi booming-booming kecil dan segmen menengahlah yang mampu bertahan,” ujarnya.

Sementara itu, kata Galih, terkait pemilihan kata “Avartment” dalam proyek hunian vertikal ini merupakan inovasi strategis yang diambil perseroan untuk tetap unggul dalam kompetisi bisnis properti, khususnya di Semarang.

“Kami menyadari banyak pebisnis properti yang ikut meramaikan pasar properti khususnya di Semarang Barat. Tetapi, kami tak menjadikan hal tersebut sebagai sebuah persaingan, melainkan sebagai partner yang saling melengkapi,” katanya.

Menurut dia, banyak cara yang dilakukan pengembang properti untuk menang dalam kompetisi. Brand positioning dan brand differentiation menjadi salah satu yang sangat penting dalam membangun merek.

“Avartment adalah kosa kata baru yang kami perkenalkan sebagai konsep paduan antara apartemen hotel dan resort,” tuturnya.

Payon Amartha merupakan salah satu dari beberapa mega proyek yang tengah dikerjakan PP Properti. Anak usaha PT PP (Persero) Tbk ini tengah gencar mengembangkan Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Pavilion Permata, Grand Sungkono Lagoon, dan Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya. Selain itu, The Ayoma di Serpong, Tangerang Selatan, dan apartemen Gunung Putri Square di Bogor.

 

Investor Daily

Edo Rusyanto/FER

Investor Daily

beritasatu.com