Luncurkan The Rosebay, Intiland Bidik Pasangan Muda

Big Banner

Surabaya – PT Intiland Development Tbk terus memperkuat kinerja usahanya melalui strategi pengembangan proyek-proyek baru. Salah satu yang disiapkan pengembang ini adalah low-rise residence, The Rosebay, sebuah hunian yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Graha Family Surabaya.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Officer Intiland, Sinarto Darmawan, mengatakan saat ini lahan untuk hunian sudah sangat terbatas dan kalau pun tersedia harganya juga sudah semakin mahal sehingga sulit dijangkau konsumen secara luas. Dalam situasi seperti itu, proyek hunian vertikal pun kini menjadi alternatif karena harganya terjangkau.

“Tetapi, konsumen ingin selain harganya terjangkau juga tetap adanya luxury dalam hunian itu. Inilah yang menjadi pertimbangan Intiland untuk mengembangkan hunian vertikal Rosebay yang dibangun dengan tingkat kepadatan hunian yang rendah, low-rise residence, semacam apartemen tapi tidak terlalu tinggi,” katanya di Surabaya, Senin (2/11).

Sinarto menjelaskan, The Rosebay merupakan proyek pengembangan hunian terbaru Intiland di Surabaya. Dibangun di atas lahan seluas satu hektar, The Rosebay terdiri dari tujuh blok dengan ketinggian empat hingga delapan lantai.

Perbedaan ketinggian ini memberikan pemandangan lanskap yang indah dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Komplek hunian ini dilengkapi pula dengan beragam fasilitas, seperti kolam renang, gymnasium, area barbeque, taman bertema, area bermain anak-anak, dan concierge.

The Rosebay hanya menyediakan total 229 unit yang terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe dua kamar tidur dan tiga kamar tidur. Setiap unit The Rosebay memiliki luasan mulai 73 meter persegi hingga 143 meter persegi dan dipasarkan dengan harga mulai Rp 1,9 miliar per unit.

“Ukuran unit-unitnya cukup luas, sehingga akan sangat nyaman bagi penghuninya. Kami juga memperhatikan aspek privasi, sehingga setiap lantainya hanya menyediakan lima hingga tujuh unit.Tingkat kepadatan yang rendah pada hunian merupakan suatu kemewahan,” terang Sinarto.

The Rosebay juga menerapkan konsep hunian modern dan eksklusif. Proyek hunian ini dilengkapi koridor terbuka dan tanaman hijau di setiap lantainya sehingga memberikan pengalaman dan suasana seperti tinggal di rumah tapak. Unit-unitnya menawarkan panorama berbeda, seperti golf view, garden view, dan city view, serta dilengkapi fasilitas parkir dua lantai basement. Pengembangan proyek ini akan dilakukan dalam satu tahapan pembangunan.

Perseroan menargetkan pembangunannya dilaksanakan pada semester kedua 2016. Pembangunan proyek ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun, sehingga ditargetkan selesai pada akhir 2018.

The Rosebay merupakan bangunan yang fungsinya terfokus sebagai fasilitas hunian. Proyek ini berada di lokasi cukup strategis di lingkungan kawasan yang dilengkapi beragam fasilitas, seperti perkantoran, kafe dan restoran, pusat perbelanjaan, sekolah dan universitas serta rumah sakit.

Sinarto optimis proyek ini akan diminati pasangan keluarga muda, apalagi lokasi berada di Surabaya Barat yang kini menjadi kawasan dengan pertumbuhan paling pesat di Surabaya.

Pembangunan The Rosebay juga untuk mengantisipasi semakin tingginya minat masyarakat untuk dapat tinggal di kawasan tersebut karena prospeknya semakin bagus seiring pembangunan infrastruktur jalan lingkar luar barat, Surabaya Barat.

Dia menambahkan, Intiland menginvestasikan dananya sekitar Rp 500 miliar untuk proyek dengan nilai jual yang ditaksir sebesar Rp 660 miliar tersebut.

“Dalam beberapa minggu kedepan kita akan mulai pasarkan proyek ini. Sampai akhir tahun kita targetkan sudah terjual 60 persen,” pungkasnya.

 

Investor Daily

Amrozi Amenan/FER

Investor Daily

beritasatu.com