PP Properti Perkenalkan “Avartment” Hunian Vertikal

Big Banner

WE Online, Jakarta – Di tengah meningkatnya persaingan bisnis properti di Semarang, Jawa Tengah, PT PP Properti Tbk melakukan terobosan kreatif dengan memperkenalkan istilah baru avartment untuk produk baru perseroan.

Amartha View Avartment merupakan salah satu proyek terbaru PP Properti di Semarang Barat. Konsep hunian tersebut menelan investasi sekitar Rp 360 miliar untuk dua tower. Lokasi apartemen ini berada di kawasan Payon Amartha yang saat ini sukses memasarkan rumah tapak, yakni Amartha Residence dan Amartha Regency.

Direktur Operasi PP Properti Galih Saksono menjelaskan pilihan kata avartment bagi para konsumen merupakan inovasi strategis yang diambil perseroan untuk tetap unggul dalam kompetisi bisnis properti, khususnya di Semarang.

“Kami menyadari banyak pebisnis properti yang ikut meramaikan pasar properti, khususnya di Semarang Barat. Tetapi, kami tak menjadikan hal tersebut sebagai sebuah persaingan, melainkan sebagai partner yang saling melengkapi,” ujar Galih dalam keterangan tertulis yang diterima Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (2/11/2015).

Sementara, Project Manager Payon Amartha Siswady Djamaluddin mengatakan Amartha View Avartment dibangun di atas lahan sekitar 8.800 m². Perseroan akan membangun dua menara dengan kapasitas total sekitar 1.589 unit dengan rincian 789 unit di Menara Satu dan 800 unit di Menara Dua. Dia menjelaskan peluncuran apartemen tersebut menargetkan pendapatan sekitar Rp 550 miliar untuk kedua menara tesebut.

Amartha View Avartment akan dijual mulai dari harga sekitar Rp 10 jutaan per meter persegi dengan tipe satu bedroom tipe 22m² SGA, satu bedroom tipe 24m² SGA, dua bedroom tipe 36m² SGA, dan dua bedroom tipe 44m² SGA.

Apartemen yang dibanderol mulai Rp 200 jutaan hingga Rp 500 jutaan ini akan memanjakan penghuninya dengan beragam fasilitas seperti retail stores, hotel service, gym, jogging track, playground, infinity pool, water fall, garden, barbecue area, dan sistem keamanan yang terjamin.

Penulis: Pandu Sugiarto Herlambang

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id