Akhir 2015, Wismaya Residence Optimistis Terjual 25 Persen

Big Banner

Jakarta – PT Langgeng Makmur Perkasa (LMP) optimistis dalam tiga bulan mampu menjual 25 persen apartemen Wismaya Residence. Proyek hunian vertikal ini memiliki dua menara dengan total kapasitas 2.317 unit apartemen.

“Hingga akhir tahun kami optimistis menjual 25% untuk menara pertama Wismaya Residence,” kata Corporate Secretary and Branding Custodian PT Langgeng Makmur Perkasa, Iwan Nur Iswan, di Jakarta, Senin (2/11).

Wismaya Residence terletak di Jalan M.Hasibuan, Kota Bekasi, Jawa Barat. Proyek ini dibangun di atas lahan seluas 10.904 meter persegi (m2). Kelak akan berdiri dua menara apartemen, dengan total 2.317 unit. Apartemen Wismaya dibanderol mulai Rp 325 juta sampai Rp 700 jutaan per unit.

Menurut dia, cukup berimbang komposisi pembeli, yakni antara pembeli end user dan investor. Kawasan Bekasi Timur menjadi incaran pembeli karena punya kekuatan tersendiri sebagai kota penyangga Jakarta. “Komposisi end user dan investor masing-masing 50 persen,” katanya.

Iwan Nur Iswan mengaku optimistis karena lokasi Wismaya yang strategi dengan didukung dua akses gerbang tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Di sisi lain, dekat dengan stasiun Light RapidTransit (LRT) Bekasi Barat yang akan dibangun. Selain itu, dekat dengan gerbang tol Becakayu.

“Wismaya Residence yang mengusung konsep private residence juga menambah kenyamanan bagi para penghuni. Hal ini merupakan kelebihan tersendiri,” ujarnya.

Terkait pelambanan pertumbuhan properti saat ini, bagi dia, justeru saat ini merupakan waktu yang paling tepat untuk investasi di sektor properti. “Hal itu sebelum terjadi penyesuaian harga akibat inflasi yang terjadi saat ini,” kata Iwan Nur Iswan.

Dalam pandangan pandangan Director Research & Advisory Cushman&Wakefield, Arief Rahardjo, kawasan penyangga seperti Bekasi menjadi pilihan salah satu alasannya adalah karena aksesibilitas. Infrastruktur transportasi yang terus berkembang bahkan menggeser pasokan apartemen tak hanya ke Bekasi, tapi juga kota-kota penyangga lainnya seperti Depok dan Tangerang.

“Faktor aksesibilitas transportasi menjadi faktor penting dalam pergeseran pasokan kondominium, dari Jakarta ke kawasan – kawasan komersial di luar Jakarta,” ujarnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Direktur Properti PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) , Nur Al Fata. Dia mengatakan, proyek yang digarap pihaknya amat tertopang oleh keberadaan akses transportasi kereta api.

Proyek apartemen Tamansari Urbano yang berdiri di atas lahan seluas 9.460 meter persegi (m2) milik Wika Gedung mengandalkan pergerakan para warga yang menggunakan kereta commuter line. Menara pertama yang berkapasitas 500 unit sudah terpesan 40 persen.

Heritage Indonesia

Sementara itu, Iwan Nur Iswan mengatakan, optimisme pihaknya juga ditopang oleh desain apartemen yang menarik. Desain apartemen Wismaya memadukan unsur modern dan warisan (heritage) leluhur Indonesia. Hal ini dikuatkan dengan desain batik arang di sudut gedung. Kemudian di area grand lobby akan diisi dengan berbagai art work yang mencirikan kebudayaan Indonesia.

“Untuk memperkuat unsur budaya Indonesia, kami akan menempatkan sebuah desain artwork berkonsep Beringin kembar sebagaimana yang kita lihat di alun-alun keraton Yogyakarta,” ujarnya.

Dia menjelaskan, upaya memadukan unsur unsur modern dengan tradisional tercermin lewat lima desain berkelas. Pertama, grand lobby dengan desain elegan sebagai gerbang utama dan penghubung menuju kawasan komersial. Kedua, healthy living dengan sejumlah fasilitas olahraga.

Ketiga, recreation yakni memanjakan penghuni dengan kolam renang dan sky terrace. Keempat, edutainment park berupa fasilitas taman bermain untuk keluarga sekaligus tempat belajar. “Terakhir, leisure & lifestyle lewat pemenuhan kebutuhan gaya hidup yang nyaman dan mudah,” kata dia.

Di sisi lain Iwan pernah mengatakan, Wismaya menyasar pekerja kelas menengah dan pasangan muda di Bekasi dan sekitarnya. Di samping itu juga membidik masyarakat Jabodetabek yang ingin berinvestasi. Bagi investor, unit – unit apartemen yang sudah dibeli bisa disewakan. Untuk tipe studio, potensi biaya sewa sebesar Rp 3,5 juta per bulan. Sedangkan tipe dua kamar tidur, biaya sewanya Rp 4,5 juta – Rp 5,5 juta per bulan.

Wismaya Residence akan mulai dibangun pada awal 2016. Pembangunan proyek apartemen senilai Rp 600 miliar ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Investor Daily

Edo Rusyanto/FER

Investor Daily

beritasatu.com