Tips Lengkap Investasi Ruko – Property

Big Banner

JAKARTA – Membeli rumah toko alias ruko memang prospektif, apalagi jika mendapat lokasi dan akses yang baik. Selain mendatangkan capital gain, ruko juga bisa disewakan dan mendatangkan yield.

Namun, jangan langsung kepincut melihat iklan “Ruko Dijual”. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum membeli.

Cicilan

Pembelian ruko dengan fasilitas KPR, masih menjadi pilihan utama saat ini. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah tingkat cicilan. Anda jangan terlalu berharap cicilan ruko dapat dibayar oleh uang sewa tahunan ruko.

Jika ingin membeli ruko menggunakan pembiayaan lewat KPR, Anda harus yakin status kepemilikannya—yang dibuktikan dari sertifikat, karena ada juga pengembang banyak yang nakal.

Untuk menghindari kerugian, sebaiknya hindari pembayaran cicilan yang lebih cepat dibandingkan masa konstruksi. Misalnya untuk masa konstruksi 8 – 12 bulan, lakukan cicilan pembayaran 12 – 16 bulan.

Harga Sewa

Untuk menentukan harga sewa, harus dilihat dari jumlah pendapatan sewa per tahun dibagi harga beli—dalam istilah investasi hal ini disebut yield. Semakin mahal harga ruko, biasanya yield semakin rendah.

Umumnya ruko disewakan ke pihak ketiga dengan yield berkisar 5% – 6%. Keuntungan investasi ruko terbesar biasanya datang dari capital gain.

Perhatikan Lokasi

Dalam membeli ruko (rumah toko), lokasi adalah yang terpenting. Jika salah memilih lokasi, ingin untung malah jadi buntung. Ada empat lokasi ruko yang dapat dijadikan pilihan.

Pertama, ruko di kawasan perumahan yang menjadi bagian komersial perumahan tersebut. Investasi ruko di sini layak, sepanjang perumahan tersebut telah hidup (mature). Tetapi, demand terhadap ruko pun tergantung pada lokasi perumahan.

Kedua, ruko di jalan-jalan besar. Biasanya semakin banyak kantor cabang bank atau ATM yang ada di lokasi tersebut, semakin bagus untuk investasi ruko. Keberadaan bank oleh sebagian pihak dinilai menandakan banyaknya transaksi. Perhatikan juga lalu-lintas yang lewat di jalan tersebut. Umumnya, perusahaan-perusahaan kecil atau perusahaan penyedia jasa ritel selalu mencari lokasi kantor atau toko di kawasan yang dilewati banyak orang.

Ketiga, ruko yang berlokasi di kompleks trade centre; dan keempat, ruko yang berada di kawasan ruko.

Jangan membeli ruko di lokasi yang belum berkembang, karena sifatnya masih spekulatif atau di jalan yang jauh dari pusat keramaian. Ruko-ruko di kawasan seperti ini perkembangannya agak lambat.

Sebelum berinvestasi ruko, diprediksi segmen bisnis apa yang akan menjadi penyewanya. Utamakan perusahaan dengan bisnis yang mapan, seperti bank, bakery, fast food franchise, atau outlet yang memiliki brand. Penyewa dengan bisnis yang belum mapan, biasanya tak akan menyewa dalam waktu yang lama.

Sebagai investasi, ruko akan lebih baik disewakan kepada lembaga keuangan, termasuk bank atau kantor franchise, karena umumnya mereka akan menyewa dalam jangka waktu cukup lama, dengan uang muka yang besar.

(mrt)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me