Investor Indonesia Pilih Apartemen Untuk Investasi Properti Di Luar Negeri

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Satu hasil survei menyebutkan konsumen Indonesia yang membidik properti di luar negeri dengan motif investasi memilih membeli hunian vertikal dibandingkan jenis produk lainnya.

Laporan Sentimen Survei Properti Indonesia H2 2015 yang dilansir Rumah123.com menyebutkan, sejumlah 43% dari total 2.530 responden memilih investasi properti di luar negeri dalam bentuk apartemen. Sedangkan 20% narasumber membidik rumah tapak, dan 17% sisanya menyasar investasi properti jenis ruang usaha, seperti perkantoran.

Sejumlah narasumber dari tiga kota besar, yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya rerata ingin mengambil properti di Singapura dengan persentase 40%, Australia sebesar 17%, kemudian Malaysia sebanyak 15%.

Responden dari Jakarta sebanyak 41,5% memilih membeli properti di Singapura, dilanjutkan Australia sejumlah 22,3%, dan Malaysia sebesar 11,4%. Informan asal Surabaya menyasar Singapura sebanyak 41,6%, serta Australia dan Malaysia yang sama-sama berbanding 13%.

Adapun koresponden dari Surabaya memfavoritkan Malaysia dan Singapura sebagai ladang investasi properti dengan persentase sama kuat, yakni 24,7%. Selebihnya justru memilih Amerika Serikat sebesar 16,9%.

Country Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, alasan negara tujuan investasi seperti Singapura, Malaysia, dan Australia menjadi favorit karena gencarnya penjualan properti mereka di dalam negeri.

“Dalam 3 tahun – 4 tahun terakhir, developer dari tiga negara ini yang banyak jualan di Indonesia. Setiap minggu bisa ada penawaran produk dalam pameran di satu hotel,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

properti.bisnis.com