Singapura Jadi Negara Favorit Investor Indonesia

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Mayoritas orang Indonesia yang ingin berinvestasi dengan membeli properti di luar negeri memilih membidik sejumlah produk di Singapura dibandingkan negara lainnya.

Laporan Sentimen Survei Properti Indonesia H2 2015 yang dilansir Rumah123.com menyebutkan, sejumlah narasumber dari tiga kota besar, yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya rerata ingin mengambil properti di Singapura dengan persentase 40%, Australia sebesar 17%, kemudian Malaysia sebanyak 15%.

Responden dari Jakarta sebanyak 41,5% memilih membeli properti di Singapura, dilanjutkan Australia sejumlah 22,3%, dan Malaysia sebesar 11,4%. Informan asal Surabaya menyasar Singapura sebanyak 41,6%, serta Australia dan Malaysia yang sama-sama berbanding 13%.

Adapun koresponden dari Surabaya memfavoritkan Malaysia dan Singapura sebagai ladang investasi properti dengan persentase sama kuat, yakni 24,7%. Selebihnya justru memilih Amerika Serikat sebesar 16,9%.

Country Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, alasan negara tujuan investasi seperti Singapura, Malaysia, dan Australia menjadi favorit karena gencarnya penjualan properti mereka di dalam negeri dalam 3 tahun – 4 tahun terakhir.

Singapura lebih menjadi pilihan pembeli karena menjadi destinasi kesukaan para pelancong Indonesia. Selain itu, negara berlambang Merlion tersebut menyediakan beragam universitas unggulan sehingga kalangan atas banyak yang menyekolahkan anaknya di sana.

“Jarak tempuh Jakarta – Singapura lebih dekat daripada ke Bali, dan kenaikan harga properti di sana cukup menjanjikan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Beberapa developer mancanegara juga bekerjasama dengan Rumah123.com dan tentunya menggandeng para broker lokal dalam menjual produknya.

Ignatius menyampaikan, harga properti dari luar negeri yang dipasarkan minimal berada pada angka Rp5 miliar per unit. Perkiraan pembeli yang melakukan investasi memiliki penghasilan setidaknya Rp50 juta per bulan.

Berdasarkan hasil riset, 32% responden atau sepertiganya tertarik mencari properti di luar negeri. Persentase ini naik drastis karena dalam survei semester I/2015, 80% narasumber mengatakan tidak sedang tertarik membeli properti di luar negeri.

properti.bisnis.com