Tarif Tol Naik, Ahok Ingin Angkutan Umum Bersatu

Big Banner

Terhitung sejak tanggal 1 November 2015, PT Jasa Marga menaikan tarif di 15 ruas tol. Kenaikan tarif berkisar antara Rp 500 hingga Rp 6.500. Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No 507/KPTS/M/2015 tentang penyesuaian taris tol. Diantara 15 ruas tol yang dikenakan kenaikan tarif, Jakarta termasuk ke dalamnya. 

Kenaikan tarif tol ini membuat sejumlah angkutan umum menaikan tarif angkutannya. Guna mengantisipasi hal tersebut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengajak seluruh operator angkutan umum di DKI untuk bergabung dengan PT Transjakarta dan memberlakukan sistem rupiah per kilometer. 

Maksud dari gubernur yang akrab disapa Ahok ini ialah agar nantinya tarif tol angkutan umum tidak berpengaruh pada kenaikan tarif tol. 

“Kalau dibayar rupiah per kilometer, (tarif) bus kami yang kendalikan dan kami beri PSO (public service obligation),” ujar Ahok seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Kedepannya, jika banyak angkutan umum di Jakarta yang terintegrasi dengan PT Transjakarta maka akan semakin banyak pilihan bus bagi Pemprov DKI. 

“Jadi kami ingin semua bus lah yang ada di Jakarta ini enggak nyetor lagi dan enggak ngetem lagi. Jadi bayarnya sistem rupiah per kilometer saja,” tambahnya. 

Penyesuian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali, sesuai dengan Undang-undang (UU) 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Tepatnya pada pasal 48 ayat (1) – (5). Dalam ayat tersebut pemeriksaan dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me