Keran Investasi Dibuka, Pasar Apartemen Bergairah

Big Banner

Jakarta – Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2016 akan mendorong pertumbuhan sektor properti. Kendati demikian, peningkatan tersebut tidak serta merta meningkatkan performa sektor properti secara langsung.

“Properti diperkirakan masih akan mengalami pertumbuhan yang relatif stagnan selama setahun kedepan,” ujar Vice President Coldwell Banker Commercial Advisory Services, Dani Bhatara, di Jakarta, Selasa (3/11) petang.

Dani menyampaikan pandangan tersebut dalam paparan Perusahaan Riset dan Konsultan Properti, PT CB Advisory (Coldwell Banker Commercial Indonesia) tentang iklim industri properti.

Menurut dia, terdapat sektor properti yang pertumbuhannya lamban, yakni perkantoran dan apartemen. Perlambanan sektor perkantoran dipicu oleh naiknya tingkat kompetisi akibat tingginya pasokan baru yang diperkirakan bakal selesai tahun depan. Permintaan perkantoran masih didominasi oleh relokasi dari gedung lama ke gedung baru dengan sewa yang lebih murah.

“Permintaan baru diperkirakan akan tumbuh pada 2017 sejalan dengan tingginnya foreign direct investment yang masuk,” kata dia.

Seperti perkantoran, sektor apartemen juga belum mengalami peningkatan pada 2016. Sebab, sektor ini mengalami tekanan tidak hanya dari perlambatan ekonomi, tapi juga dari kebijakan pemerintah terkait pinjaman KPP dan kebijakan lainnya yang memengaruhi investasi di sektor apartemen.

Puncak pengembangan sektor apartemen terutama strata title terjadi pada 2012, dengan permintaan mencapai 17.800 unit per tahun. Situasi ini terus berlanjut sampai 2013 dan mengalami koreksi sedikit pada 2014. Pelemahan ekonomi pada 2014 membuat konsumen lebih berhati-hati dalam melakukan investasi di sektor ini.

Sektor apartemen akan kembali bergairah jika keran investasi dipermudah kembali oleh pemerintah. Di samping itu kebijakan kepemilikan properti bagi orang asing segera di realiasikan.

“Secara umum pada 2017 sektor apartemen akan kembali bergairah, terutama sejalan dengan janji-janji penyelesain gedung apartemen oleh pengembang guna meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat,” kata dia.

Soal masih stagnannya pertumbuhan ekonomi pada 2016 juga disinggung oleh Director Advisory Services Coldwell Banker Commercial, Tommy H Bastamy.

“Sikap wait and see dari pelaku usaha dalam mengantisipasi kondisi makro ekonomi akan memengaruhi permintaan sektor properti dalam jangka pendek,” kata dia.

Tingkat hunian dan penjualan juga akan mengalami penurunan sehubungan dengan belum pulihnya tingkat permintaan dan besarnya tambahan pasokan baru.

Feriawan Hidayat/Imam Mudzakir/FER

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me