Jakarta Selatan, Lokasi Favorit Tempat Tinggal

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain harga, lokasi menjadi faktor utama yang dipertimbangkan sebelum konsumen membeli properti. Lokasi yang ramai, aksesnya mudah, dan dekat dengan fasilitas menjadi idaman banyak orang. Namun kini, properti di lokasi strategis tersebut cenderung meroket harganya.

Laporan “Indonesia Property Sentiment Survey H2-2015” keluaran situs Rumah123.com menunjukkan bahwa wilayah Tangerang Selatan, Depok, Bogor, dan Bekasi masih menjadi idaman banyak orang untuk ditinggali selain ibu kota Jakarta.

Dari survei tersebut, Tangerang memperoleh persentase paling besar yakni 37 persen. Kemudian diikuti berurutan oleh Depok, Bogor, dan Bekasi masing-masing 25 persen, 22,4 persen, dan 14,9 persen.

Untuk Jakarta sendiri, Jakarta Selatan masih memimpin lokasi favorit yang dipilih masyarakat dengan raihan 36,4 persen. Wilayah Jakarta Barat menduduki posisi kedua dengan 22,7 persen. Sementara Jakarta Timur, Pusat dan Utara masing-masing sebesar 22,4 persen, 9,1 persen, dan 7,6 persen.

“Jakarta Selatan memiliki lokasi yang masih penuh pohon, nyaman, ramai dan harganya juga masih bersahabat,” kata Country General Manager Rumah123.com, Ignatius Untung, di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Selain wilayah-wilayah tersebut, kota-kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Palembang menjadi alternatif lain sebagai tempat tinggal. Keempat kota itu dianggap memiliki infrastruktur yang cukup baik.

“Untuk di Pulau Jawa dan di luar Jabodetabek, Bandung menjadi favorit. Sebanyak 36 persen responden di luar Kota Bandung memilih untuk tinggal di sana. Sementara dari Bandung sendiri, ada 62 persen,” jelas Ignatius.

Sementara itu, di Pulau Sumatera, Medan menjadi yang terdepan untuk lokasi menetap. Sebanyak 92 persen responden dari Medan dan 34 persen responden luar Medan memilih Kota Melayu Deli itu sebagai tempat tinggal favorit mereka.

Dimas Jarot Bayu/Kompas.com Klaster Barcelona di perumahan Pesona Cinere Residences.

Untuk jenis hunian, masyarakat Indonesia masih memegang pakem lama yang menjadikan rumah tapak atau landed house sebagai favorit tempat tinggal. Alasannya jelas, yakni dengan memiliki rumah tapak maka secara otomatis akan memiliki tanah juga.

“Bentuk rumah tapak masih menjadi favorit. Tapi perlahan apartemen juga tumbuh tidak hanya di pusat kota melainkan di pinggiran kota juga,” ungkap Ignatius.

Situs Rumah123.com juga melansir bahwa transaksi rumah dan apartemen per September 2015 mencapai angka cukup besar meskipun ada perlemahan di sektor bisnis properti.

“Di ‘Jakarta Property Week’ yang kita selenggarakan selama empat hari pada September kemarin tingkat transaksi yang tercatat adalah Rp 200 miliar,” tandas Head of Marketing Development Rumah123.com, Raetedy Refanatha.

properti.kompas.com