Harga Lahan Jakarta Tinggi, Perkembangan Properti Menyebar ke Daerah

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Perkembangan sektor properti di Indonesia sangat didominasi oleh kinerja pasar properti di Jakarta dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa, selama lebih dari tiga dekade.

Namun, sejalan dengan berkembangnya kota-kota lain di luar Pulau Jawa, ditambah semakin tingginya harga lahan dan tingkat kompetisi di Jakarta, pengembangan properti telah semakin menyebar simultan.

Sebagai informasi, harga lahan di central business district (CBD) Jakarta, terutama CBD Sudirman sudah menyentuh angka Rp 100 juta hingga Rp 200 juta. Sedangkan wilayah CBD lainnya yakni CBD Thamrin dan CBD Kuningan serentang Rp 50 juta-Rp 150 juta per meter persegi.

“Sejalan dengan berkembangnya peran kota-kota lainnya, saat ini pengembangan properti di Indonesia telah menyebar ke kota-kota seperti Bali, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, dan Makassar,” ujar Director Advisory Services Coldwell Banker Commercial Tommy Bastamy, di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Perkembangan properti di kota-kota tersebut, menurut Tommy, terutama terjadi karena tumbuhnya permintaan baru berkaitan dengan berkembangnya sektor pariwisata, industri, eksplorasi sumber daya alam dan sektor komoditas.

Sektor properti komersial yang berkembang ini meliputi perkantoran, apartemen, ritel dan hotel. Pertumbuhan menyebar sejak tahun 1990-an. Walaupun dengan skala pengembangan yang lebih kecil dibanding Jakarta, sektor properti yang dominan dikembangkan pada waktu itu meliputi ritel, hotel dan perkantoran.

Tommy menuturkan, pengembangan dan membaiknya infrastruktur juga ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan properti. Selain perumahan, hotel dan ritel merupakan sektor properti komersial yang pertama kali berkembang di kota-kota tersebut.

Perkembangan kemudian beeralih ke sektor apartemen dalam beberapa tahun terakhir. Para pengembang menyasar pasar investor yang berharap return dari penyewaan unit kepada turis, mahasiswa atau karyawan.

properti.kompas.com