Sengit, Persaingan Pusat Belanja Modern di “Joglosemar”

Big Banner

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Menarik mencermati pertumbuhan bisnis properti, khususnya pusat belanja, di tiga kota utama Jawa bagian tengah yakni Yogyakarta (Jogjakarta), Solo, dan Semarang. Simpul ketiga kota ini terintegrasi dalam interaksi ekonomi dan sosial yang beken dengan sebutan “Joglosemar”.

Ketiga kota sama-sama membuka peluang untuk tumbuh dan berkembangnya pusat perbelanjaan modern yang sarat investasi, membuka lapangan kerja, dan tentu dianggap menggerakkan roda ekonomi.

Pemerintahan kota baik Yogyakarta, Solo, maupun Semarang, menggelar karpet merah berupa regulasi ramah investasi bagi para investor dan pengembang pusat belanja melalui kemudahan perizinan.

Kemudahan perizinan, selain tentu saja jumlah populasi dan daya beli, menjadi pemicu dan daya tarik bagi pengembang untuk membenamkan dananya di ketiga kota ini.

Bahkan, di kota Semarang, pusat perbelanjaan merupakan salah satu sektor properti yang paling berkembang. Menurut hasil riset Leads Property Indonesia, pusat perbelanjaan di ibu kota Jawa Tengah ini pada umumnya ditujukan untuk golongan menengah dengan konsep family and lifestyle. Hal tersebut terlihat dari tipe mal dan jenis peritel yang berada di dalamnya. 

litac consultant Paragon City Semarang

Sementara Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar dan merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia, punya tujuh pusat perbelanjaan modern hingga tahun 2015. Ketujuh pusat belanja tersebut adalah Ambarrukmo Plaza, Malioboro Mall, Galleria Mall, Ramai Family Mall, Jogja City Mall, Lippo Mall Yogya, dan Jogjatronik Mall.

Total pasokan pusat belanja di kota ini akan terus bertambah setidaknya sampai tahun 2018 dengan adanya penambahan ruang dari mal-mal baru yang akan hadir, terutama di bagian utara. Sebut saja Hartono Jogja Mall dan Jogja One Park.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me