Dirjen: Sektor Konstruksi Siap Hadapi MEA

Big Banner

WE Online, Jakarta – Direktur Jenderal Bina Konstruksi Yusid Toyib mengingatkan pentingnya pembangunan sektor konstruksi sebagai kunci menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Bukan hanya karena kita akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN saja, melainkan memang seharusnya antarsektor harus saling ‘support’ dalam membangun sektor konstruksi di Indonesia agar menjadi lebih kuat,” kata Yusid Toyib di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Ia juga meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan jasa konstruksi, mulai dari Pemerintah, LPJK, penyedia jasa badan usaha milik negara, swasta, asosiasi, lembaga keuangan, serta peran serta dunia pendidikan untuk bekerja sama dalam membentuk SDM yang kompeten dan Badan Usaha yang handal, kokoh, serta berdaya saing tinggi juga kompetitif.

Yusdi menjelaskan biaya barang dan jasa bergerak di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Sebuah studi yang dilakukan Bank Dunia menunjukkan bahwa kurangnya infrastruktur telah menyebabkan pertumbuhan Indonesia tertinggal. Strategi pemerintah adalah menyederhanakan pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, untuk memungkinkan pelaksanaan yang lebih baik di sektor prioritas seperti jalan, transportasi, pelabuhan dan listrik.

“Potensi pasar yang tidak terbatas ini belum didukung dengan jumlah pekerja sektor konstruksi berkualitas yang ada di Indonesia. Kami mencatat jumlah pekerja konstruksi di negara ini sebanyak 7,2 juta, namun data LPJKN bulan Agustus 2015 hanya 109.000 ahli yang bersertifikat, 387.000 pekerja bersertifikat, dengan sejumlah hanya sekitar 478 orang yang memiliki otorisasi untuk bekerja di kawasan ASEAN,” katanya.

“Kita dapat disusul Singapura dan Malaysia. Jika kita tidak maju dengan lebih cepat lagi, dan kita tidak akan dapat merasakan keuntungan dari program Masyarakat Ekonomi ASEAN yang terintegrasi ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR akan menggelar Construction Tech Indo (CTI) 2015, sebuah program konferensi yang disediakan khusus untuk para ahli teknologi konstruksi dari sektor swasta, pemerintah pusat dan daerah untuk mempromosikan studi kasus terbaru, informasi teknologi, dan praktek-praktek terbaik untuk mendukung sektor konstruksi yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Selain itu, ada juga Konstruksi Indonesia 2015, yaitu sebuah pameran dan forum diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tanggal 4-6 November di JCC bersamaan dengan pelaksanaan Indonesia Infrastructure Week 2015. Selain untuk meningkatkan jumlah pekerja bersertifikat, acara tersebut juga akan membahas isu-isu penting lainnya seperti kesenjangan teknologi yang telah menghambat pengembangan sektor konstruksi berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan. (Ant)

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me