PROPERTI SINGAPURA: Pasar Melambat, Harga Terkoreksi

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Pasar properti Singapura terus mengalami perlambatan sehingga mendorong adanya penurunan harga hingga 6% pada akhir 2015.

Dalam risetnya, situs penjualan properti iProperty.com menyampaikan, pasar properti Singapura terus mengalami perlambatan dalam menyerap produk. Imbasnya, dalam tujuh kuartal berturut-turut hingga triwulan II/2015, harga pun terkoreksi turun.

“Harga diperkirakan jatuh lebih jauh hingga 6 persen pada akhir 2015,” papar riset seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (4/11/2015).

Managing Director & Chief Executive Officer The iProperty Group Georg Chmiel mengatakan, akibat kondisi ini banyak pengembang yang menahan diri dalam meluncurkan proyek baru karena menunggu situasi pasar yang lebih kondusif.

Namun, rata-rata developer enggan mengoreksi harga sampai 15%, karena harga tanah di negara berlambang Merlion tersebut masih terus meninggi.

Pasar sewa pun menderita sama buruknya seperti penjualan. Tarif sewa menurun sebesar 0,9% pada kuartal pertama 2015, meluncur 3% pada triwulan kedua.

Walaupun begitu, Otoritas Moneter Singapura menganggap harga properti masih terlalu tinggi. Chua Hak Bin, head of emerging Asia economics at Bank of America Merrill Lynch, mengingatkan, pasar Singapura akan mengalami stagnasi dalam dua tahun ke depan.

Monetary Authority of Singapore (MAS) Managing Director Ravi Menon menyampaikan, harga properti telah melunak sedikit, tetapi kenaikan harga 60% selama tiga tahun lalu membuat penurunan harga menjadi tidak seberapa.

Sementara itu, Citigroup Inc dan Goldman Saches Group Inc juga mengatakan bahwa setiap pelonggaran tindakan perumahan akan sangat tergantung pada penurunan harga lebih lanjut.

“Penurunan harga properti sebanyak 10% dan peningkatan suku bunga KPR di atas rata-rata 3,5% persen akan diperlukan untuk memicu pelonggaran pasar properti,” Ekonom Citigroup, Kit Wei Zheng.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me