2018 Pasar Properti Malaysia Berada di Posisi Puncak

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA—Pasar Properti Malaysia diperkirakan kembali mencapai puncaknya pada 2018, setelah mengalami perlambatan sepanjang tahun ini.

Dalam laporan risetnya berjudul Asia Property Market Sentimen Report H2 2015, iProperty.com mengemukakan, melesunya pergerakan pasar properti tahun ini disebabkan ketatnya kebijakan kredit perbankan yang berlaku sejak April 2015. Akibatnya,  banyak calon nasabah yang gagal mengakses pinjaman.

Managing Director & Chief Executive Officer The iProperty Group Georg Chmiel mengatakan, tiga wilayah dengan jumlah kegagalan calon kreditur terbesar secara berurutan ialah Johor, Selangor, dan Penang.

Georg menyampaikan, lembaga broker Malaysia Institute of Estate Agents (MIEA) berpendapat pertumbuhan penjualan properti primer pada tahun ini sedikit datar, tetapi pasar sekunder cukup stabil.

“Mereka optimistis tahun depan pasar properti mulai naik dan semakin tinggi pada 2017, sehingga 2018 menjadi puncak,” ujarnya dalam riset seperti dikutip Bisnis.com, Rabu (4/11/2015).

Beberapa analis properti pun berpendapat sama mengenai siklus pasar 2015 – 2018 di Malaysia. Namun, sambung Georg, dalam masa perlambatan di 2015 menjadi saar yang tepat untuk membeli, karena banyak pengembang yang melakukan koreksi harga.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me