Di Bawah Jokowi, Indonesia Tambah 1.060 Kilometer Jalan Tol

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia akan menambah 1.060 kilometer jalan tol hingga 2019 mendatang atau selama pemerintahan duet Joko Widodo-Jusuf Kalla. Jika dibandingkan dengan pencapaian infrastruktur selama 40 terakhir sampai 2014, jalan tol yang terbangun hanya mencapai 840 kilometer.

“Pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut berbarengan dengan Jalan Nasional sepanjang 2.600 kilometer, dan Jalan Tol Trans-Jawa,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, di jakarta Convention Center, Jakarta, rabu (4/11/2015).

Basuki menuturkan, digenjotnya pembangunan infrastruktur ini karena Indonesia merupakan negara dengan ptensi sumber daya alam terbesar di Asia Tenggara. Jika kondisi infrastruktur memadai, maka pertumbuhan ekonomi akan ikut bergerak ke tingkat yang lebih tinggi.

“Selama ini kondisi infrastruktur tidak memadai. Padahal Indonesia punya peluang besar,” imbuh Basuki.

Tak hanya Tol Trans-Jawa yang dikebut, pembangunan infrastruktur yang mendukung transportasi di Pulau kalimantan dan Pulau Papua pun menjadi prioritas Kementerian PUPR saat ini. 

Pembangunan Trans-Papua akan dikerjakan sepanjang 4.000 kilometer sampai dengan 2018 mendatang. Terutama akses perbatasan Papua-Papua Nugini yang akan dibangun tahun ini. Demikian halnya untuk perbatasan Nusa Tenggara Timur-Timor Leste, pemerintah telah mencanangkan groundbreaking

“Sementara perbatasan di Kalimantan sepanjang 1.672 kilometer yang menghubungkan Aru di Kalimantan Barat sampai Long Midang di Kalimantan Utara ditargetkan selesai pada 2018,” sebut Basuki. 

Kawasan pintu lintas batas negara (PLBN), lanjut Basuki, juga akan dimodernisasi dan diperbaiki, mempertimbangkan kondisinya saat ini yang sangat tidak layak. Modernisasi ini fokus pada pengerjaan empat lajur median di tengah. 

Untuk Tol Trans-Sumatera, Basuki mengatakan akan mengerjakan secara bertahap. Saat ini, pembangunan yang sudah dimulai adalah dari Merak-Bakauheuni dan Palembang-Tanjung Apiapi yang rencananya akan ditinjau langsung oleh Presiden. 

Selain infrastruktur jalan, pembangunan bendungan juga menjadi prioritas selama lima tahun Kabinet Kerja berkuasa. Dalam 16 tahun terakhir, sebanyak 49 bendungan telah selesai dibangun.

Jadi, Indonesia akan punya 65 bendungan baru tambahan dari 231 bendungan yang sudah ada. Tanpa bendungan, kata Basuki, maka petani tidak bisa mengatur irigasi yang baik.

 

properti.kompas.com