Tahun Depan Pemerintah Bangun 12 Rusun di Atas Pasar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Untuk memenuhi kebutuhan rumah dan merevitalisasi kawasan kumuh, tahun depan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan membangun 12 rumah susun (rusun) terpadu di atas pasar. Dari selusin rusun itu dua di antaranya akan dibangun pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dann Perumahan Rakyat (Kemenpupera). “Kami akan membangun 10 rusun karena yang dua diminta pemerintah pusat yang akan merevitalisasi Pasar Rumput dan Pasa Minggu,” ujar Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (4/11).

Ilustrasi

Ilustrasi

Rusun yang akan dibangun DKI lokasinya di Pasar Grogol, Pasar Blok G Tanah Abang, Pasar Serdang, dan lain-lain. Pembangunan rusun di pasar merupakan terobosan di tengah terbatasnya lahan. Menurut Basuki, 3 – 4 lantai di bawah akan difungsikan untuk pasar, di atasnya dijadikan lantai hunian. Konsep seperti ini menguntungkan pedagang di pasar karena tersedia pembeli potensial.

Rusun ini untuk menampung warga yang tinggal di kawasan kumuh dan di area yang bukan peruntukannya. Ahok berjanji melengkapi rusun pasar dengan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan taman. Bahkan, konsepnya akan dibuat menjadi pasar rakyat lengkap dengan fasilitas park and ride. Warga yang membawa kendaraan bisa memarkir kendaraannya di sini sebelum melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum, misalnya Transjakarta, kereta, dan moda transportasi lainnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Lutfi Rachman, mengatakan, akan ada tiga konsep pasar yang akan dikembangkan, yaitu pasar tradisional, pasar rakyat, dan pasar terpadu. “Konsep pasar yang akan dibangun rusun menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Untuk pasar rakyat akan dibangun di tengah lingkungan padat penduduk, sementara pasar tradisional atau pasar modern bisa dimaksimalkan untuk menggali dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” imbuhnya.

Dalam waktu dekat yang akan dibangun rusun di Pasar Bendungan Hilir, Pasar Jembatan Merah, dan Pasar Blok A Fatmawati. Pemprov DKI Jakarta nantinya akan memberikan dana penyertaan modal pemerintah (PMP) untuk digunakan membangun sekaligus merevitalisasi pasar tradisional.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me