Perumnas Jalin Sinergi Atasi “Backlog”

Big Banner

Jakarta – Pemangku kepentingan di sektor perumahan perlu menjalin sinergi guna mengatasi backlog (kekurangan) perumahan dan menyediakan hunian layak untuk rakyat. Sinergi tersebut mencakup kerja sama dengan BUMN, pemerintah pusat dan daerah, serta memperkuat fungsi dan peran Perumnas sebagai off taker (pembeli siaga).

“Sinergi ini diperlukan agar masalah-masalah di sektor perumahan yang semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir, seperti meningkatnya backlog tiap tahun, bisa teratasi,” kata Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto, dalam acara “Construction Technology Indonesia: Partnership Opportunities Within the National Public Housing Agenda”, di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Kamis (5/11).

Menurutnya, pada 2014 ada sekitar 15 juta backlog perumahan. Permintaan rumah mencapai 800 ribu unit, sedangkan pemerintah hanya mampu menyediakan sekitar 200-400 ribu unit rumah tiap tahunnya. Karena itu, sinergi antar pemangku kepentingan mampu mengatasi persoalan pengadaan lahan, pembiayaan, hingga perizinan. Dukungan kebijakan pengadaan lahan menjadi aspek yang sangat perlu diprioritaskan oleh pemerintah karena keterbatasan lahan saat ini dan kenaikan harga tanah yang terjadi setiap tahunnya.

Salah satu sinergi dalam hal pengadaan lahan, lanjut Himawan, bisa ditempuh melalui kerja sama dengan BUMN dalam pemanfaatan lahan operasional, seperti dengan Kereta Api Indonesia, Jasa Marga, dan PPD. Kerja sama mencakup pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) di mana rumah rakyat bisa dikembangkan di area dekat jalur transportasi publik sekitar stasiun, terminal, hingga jalan tol.

“Saya ingin menyampaikan beberapa kolaborasi yang bisa membantu peningkatan penyediaan rumah rakyat di Indonesia. Pertama, kolaborasi antara perusahaan penyedia transportasi publik seperti Kereta Api Indonesia, Jasa Marga, Perumnas, dan pemda serta pemerintah pusat dalam pengembangan TOD area,” kata Himawan.

Himawan menjelaskan, sinergi pengadaan lahan bisa ditempuh melalui sinergi antara BUMN dengan pemerintah daerah, dengan misalnya memanfaatkan aset idle (lahan-lahan terbengkalai) yang dimiliki oleh BUMN dan pemda, namun tidak dikembangkan secara baik.

“Jika kita bisa memanfaatkan potensi ini untuk mengatasi isu di sektor perumahan rakyat, dampak luar biasa akan dirasakan di masa depan,” kata dia.

Investor Daily

Imam Muzakir/JAS

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me