Pinjaman Jepang untuk Bendung Gerak Jabung Rp 173 Miliar

Big Banner

LAMPUNG TIMUR, KOMPAS.com – Pembangunan Bendung Gerak Jabung di Lampung Timur, Lampung, digarap oleh PT Waskita Karya (persero), PT Wijaya Karya (persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (persero), dan PT Minarta Duta Hutama.

Dana yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan juga pinjaman Jepang.

“Sebanyak Rp 173 miliar merupakan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Kalau untuk feeder irigasinya Rp 190 miliar,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, di lokasi proyek, Lampung Timur, Lampung. Kamis (5/11/2015).

Pinjaman dari Jepang tersebut, kata Basuki, adalah untuk pembangunan Bendung Gerak Jabung. Adapun biaya APBN digunakan untuk membangun saluran penghantar dan pembawa.

Arimbi Ramadhiani Proyek Bendung Gerak Jabung, Lampung Timur, Lampung. Gambar diambil pada Kamis (5/11/2015).

Bendung ini berfungsi sebagai irigasi yang pintunya bisa dikondisikan. Dengan begitu, muka sungai bisa lebih tinggi dan mampu mengalirkan air ke sawah-sawah yang berjarak 10 kilometer dari proyek. Sawah yang diairi antara lain Rawa Sragi II dan Rawa Sragi III.

Proyek ini dibagi menjadi dua paket, yaitu Paket LMS-20 dan AMS-21. Paket LMS-20, yaitu Bendung Gerak Jebung, dikerjakan oleh PT Waskita Karya dan PT Brantas Abipraya.

Pembangunannya meliputi juga jembatan umum dan operasi, bangunan sadap, dan sand trap. Sementara itu, untuk AMS-21 adalah saluran penghantar dan pembawa yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dan PT Minarta Duta Hutama.

Pengerjaan ini meliputi saluran penghantar sepanjang 0,4 kilometer, saluran pembawa 9,8 kilometer dan bangunan pelengkap sebanyak 26 bangunan.

properti.kompas.com