Jusuf Kalla: Pemerintah Tambah Rp 100 Triliun untuk Bangun Infrastruktur

Big Banner

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh lembaga survei ‘Saatnya Didengar’ sepanjang tahun 2015 mengenai permasalahan yang harus diselesaikan Indonesia, dari total 4.500 koresponden, infrastruktur dan transportasi (45 persen) menjadi perhatian utama setelah limbah sampah (21 persen) dan air bersih (21 persen). Menanggapi hal tersebut, Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia mengatakan bahwa pemerintah akan memberi tambahan dana sekitar Rp 50 triliun sampai Rp 100 triliun.  

Sebelumnya, pemerintah telah menginvestasikan Rp 100 triliun pada pembangunan infrastruktur nasional. Jadi, total dana untuk infrastruktur menjadi Rp 150 triliun sampai Rp 200 triliun.

“Kebutuhan infrastruktur itu tidak terbatas. Di masa lalu, kita bangga karena kita memiliki jalan raya Anyer-Panarukan, namun sekarang, kita ingin tersedia lebih banyak lagi jalan. Tidak hanya itu, kita juga menginginkan perkembangan teknologi komunikasi seperti 3G dan 4G. Semua ini diperlukan apabila kita ingin berkompetisi dengan negara tetangga,” papar Jusuf Kalla pada acara pembukaan Indonesia Infrastructure Week 2015, Rabu (04/11).

BACA JUGA : HARGA BAHAN BANGUNAN TERBARU DI BOGOR

Soal infrastruktur, Indonesia memang bisa dikatakan yang paling ketinggalan jika dibandingkan dengan negara tetangga lain. Namun begitu, untuk hal pembangunan, Indonesia memimpin dengan empat kebijakan ekonomi baru. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), Basuki Hadimuldjono menambahkan, saat ini PU-Pera sedang menggarap proyek pembangunan 4.000 km Trans Papua dan 7.000 km jalan yang menghubungkan Aruk di Kalimantan Barat dan Longidang di Kalimantan Utara yang diproyeksikan rampung pada 2018.  

“Saat ini, pemerintah tengah menambah 2.600 km jalan, termasuk 1.000 km jalan tol yang akan diselesaikan pada 2018. Pemerintah juga akan membangun 49 bendungan tambahan sambil menyelesaikan pembangunan 16 bendungan yang masih dalam proses pembangunan. Secara total, nantinya Indonesia akan memiliki 296 bendungan yang akan beroperasi,” lanjut Basuki. 

Dengan pembangunan infrastruktur yang masif, Indonesia diharapkan mampu menarik banyak minat investor untuk mau menggulirkan uangnya ke dalam negeri, peluang Indonesia saat menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nantinya pun diharapkan lebih besar. 

rumahku.com