Jalan Tol Bakauheni – Palembang Ditarget Rampung 2019

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) harus bekerja keras untuk menyelesaikan sejumlah ruas jalan tol  Trans Sumatra. Pemerintah menargetkan pembangunan jalan Bakauheni – Palembang sepanjang 400 km harus tersambung tahun 2019 mendatang. “Ini sangat menantang karena pembangunan jalan tol  selalu menghadapi masalah pembebasan tanah, selain modal,” ujar Putut Ariwibowo, Direktur Hutama Karya dalam seminar di acara Indonesia Infrastructure Week 2016 di Jakarta, Kamis (5/11).

Ilustrasi

Ilustrasi

Hutama Karya (HK) ditugasi pemerintah membangun jalan tol Sumatra yang sudah dimulai sejak tahun 2014. Pemerintah menugasi perusahaan BUMN karena investor swasta tidak ada yang tertarik. Jalan tol Sumatra secara finansial tidak layak karena lalu lintasnya masih sepi hanya sepersepuluh Jawa.  Rata-rata 3.000 – 5.000 kendaraan per hari. Padahal titik impas atau BEP (break event point) 30.000 kendaraan per hari. Kendati demikian secara ekonomi jalan tol ini sangat layak.

Jalan tol Sumatra akan mendorong perekonomian wilayah dengan tumbuhnya pusat-pusat ekonomi di sekitarnya. Menurut Putut, apabila tol Trans Sumatra tersambung diprediksi pada tahun 2030 PDRB (Product Domestic Regional Bruto) Indonesia menjadi terbesar di Asia. “Kita berkaca pada pengalaman Malaysia, setelah terkoneksi jalan tol PDRB-nya melonjak. Padahal PDRB Malaysia hanya separuhnya Indonesia,” katanya.

Ada empat ruas yang sedang dibangun, yaitu Medan – Binjai, Pakanbaru – Dumai, Palembang – Indralaya, Bakauheni – Terbanggi Besar. Putut menjelaskan, pembebasan tanah ruas Medan – Binjai (17 km) sekitar 69,7 persen. Pembebasan tanah tiga ruas lainnya lebih rendah lagi. Ruas Palembang – Indralaya (22 km) yang harus membebaskan 220 ha baru terealisasi 59,7 persen. Paling menantang Bakauheni – Terbanggi Besar sejauh 140,4 km. Tanah yang harus dibebaskan 2.400 ha.

Untuk mendukung pembangunan jalan tol Trans Sumatra tahun 2015 HK mendapat suntikan dana dari pemerintah melalui PMN (Penyertaan Modal nasional) sebesar Rp3,6 triliun. Tahun depan jumlah PMN-nya oleh DPR dikurangi menjadi 3 triliun. Untuk menyukseskan pembangunan tol ini HK mengundang kalangan swasta menjadi partner strategis. Misalnya di bidang manufaktur, konstruksi, pembiayaan, dan lain-lain.  “Kawasan sekitar harus hidup, misalnya ada industrial estate. Hanya dengan cara menghidupkan kawasan lalu lintas dapat ditingkatkan,” terang Putut.

Tol Sumatra terdiri empat lajur, masing-masing 2 lajur di kanan dan kiri. Di luar jalur ini disiapkan jalur kereta ganda (double track). Kendari baru konsep, pembangunan rel ganda ini terbuka kemungkinannya untuk digarap bersama investor swasta.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me