Euro digerakkan pernyataan Draghi

Big Banner

JAKARTA. Mata uang euro bergerak naik jelang testimoni Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi. Pelaku pasar berekspektasi tidak ada lagi pemangkasan suku bunga.

Mengutip Bloomberg, Senin (22/9) pukul 18.30, pasangan EUR/USD naik 0,09% dibanding hari sebelumnya menjadi 1,2841. Pasangan EUR/AUD naik 0,6% menjadi 1,4459. Sementara pasangan EUR/JPY naik 0,09% menjadi 140,0200.

Nanang Wahyudin, analis PT SoeGee Futures mengatakan, pasangan EUR/AUD bergerak menguat karena minggu lalu euro sudah mengalami kejatuhan lantaran reli panjang dollar AS. Penguatan euro saat ini bersifat pembalikan arah setelah melemah cukup dalam (teknikal rebound). Senin (22/9) malam, pelaku pasar menanti pernyataan Draghi, apakah akan menyinggung kebijakan ekonomi.

“Hari ini, banyak data manufaktur Eropa yang di rilis. Berdasarkan prediksi, indeks manufaktur menunjukkan di angka di atas 50 yang berarti adanya ekspansi,” jelas Nanang.

Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures menuturkan, pasangan EUR/AUD relatif wait and see menjelang pidato Draghi. Menurutnya, kali ini Draghi tidak akan memangkas suku bunga lagi karena suku bunga ECB sudah berada di titik nadir 0,05%. Ia menduga, Draghi akan menyinggung stabilitas ekonomi makro meliputi gambaran kondisi manufaktur dan inflasi zona Eropa. Sementara di sisi lain, aussie sedang minim sentimen.

“Pelaku pasar cenderung menahan diri sebelum testimoni Draghi. Sebab, optimisme dan kekhawatiran masih membayangi,” tutur Suluh.

Albertus Christian, Senior Researcher and Analyst PT Monex Investindo Futures mengungkapkan, pasangan EUR/JPY sedikit rebound setelah dibuka melemah pada Senin (22/9) pagi. Senin (22/9) malam, Draghi akan berbicara di depan parlemen Eropa terkait kondisi deflasi dan stimulus ECB yang akan menopang perekonomian. Pelaku pasar akan menanti apakah ECB akan menambah stimulus.

Hari ini, selain data manufaktur Eropa, pelaku pasar juga mencermati data manufaktur China. Apabila manufaktur China positif maka sentimen minat beli di pasar berisiko (risk appetite) akan meningkat. Kondisi ini menguntungkan euro. Di sisi lain, pelemahan yen disebabkan komentar Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe yang menyebutkan adanya reformasi dana pensiun Jepang, dimana pemerintah Jepang mengalokasikan penambahan pembelian aset berisiko. Padahal, sebelumnya pemerintah Jepang banyak melakukan pembelian obligasi. Hal ini turut mendorong sentiment positif bagi aset berisiko seperti euro.

“Pernyataan Abe ini menciderai euro. Sebab hal tersebut menguntungkan mata uang berimbal hasil tinggi seperti euro,” imbuhnya.

 

Editor: Barratut Taqiyyah

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me