Ini Keuntungan Berinvestasi Properti di Malaysia

Big Banner

Jakarta – Semakin meroketnya harga properti seperti di Singapura, membuat kalangan konsumen dari Indonesia, menjadikan Malaysia sebagai alternatif pilihan investasi yang menggiurkan.

Direktu ERA Vigo, Ridwan Goh, mengatakan, banyak warga Indonesia yang telah menanamkan uangnya untuk investasi properti di Australia, Singapura, dan Hongkong. Sayangnya, harga properti yang ada di negara-negara tersebut kian mahal. Konsumen asal Indonesia, lanjut dia, mulai mengalihkan fokusnya dengan melirik Malaysia.

“Kenaikan nilai properti di Malaysia terbilang stabil. Terlebih, Malaysia khususnya wilayah Kuala Lumpur sudah tidak asing bagi sebagian warga Indonesia, mengingat soal agama, budaya, pendidikan, makanan dan kebutuhan hidup, kurang lebih sama dengan di Indonesia,” ujar Riduan di Jakarta, Jumat (6/11).

Hal itu pula, kata Riduan, mendorong empat agen properti nasional, ERA Vigo, ERA Prospek, ERA Max, dan First Choice, menawarkan proyek KL9 Seputeh, yang merupakan proyek superblok terdepan di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia.

“Dua tower pertama, yakni tower C dan D saat ini telah terjual habis. Penjualan tahap pertama itu dikhususkan untuk pembeli di Malaysia. Sekarang, sudah masuk ke tahap dua untuk para investor asing. Tahap kedua ini memang ditujukan untuk pasar luar negeri,” tambah Riduan Goh.

Senior Manager Sales & marketing Malaysian Resources Corporation Berhad (MRCB), Kenneth Khoo, menambahkan, pihak MRCB sebagai pengembang menawarkan proyek apartemen KL 9 Seputeh bagi warga asing khususnya Indonesia sebanyak dua blok.

“Penawaran bagi warga Indonesia dilakukan pada 7 dan 8 November 2015 di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Kami berharap, pembeli asal Indonesia menjadi yang terbesar,” kata Kenneth.

Proyek KL 9 sendiri, lanjut dia, dikembangkan diatas lahan lebih kurang 7 hektar, dengan sembilan menara, yang mencakup hunian apartemen, perkantoran, ruang ritel, fasilitas food and beverage, dan banyak lainnya.

“Untuk harga jualnya, unit hunian yang ada di KL 9 dipasarkan dengan kisaran mulai dari 1 juta Ringgit atau sekitar Rp 3 miliar per unit,” tambah Kenneth.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com