Bekas Tanah Sengketa di Cirebon Disulap Jadi Kawasan Terpadu – Property

Big Banner

CIREBON – Kota Cirebon terus jadi sasaran investasi. Setelah hotel-hotel berbintang dan kawasan perumahan elit dibangun, investasi teranyar senilai Rp3 triliun akan segera diwujudkan di kawasan Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Cirebon, Jawa Barat.

Di lokasi yang sempat bermasalah dengan warga ini, CV Gunung Jati Abadi akan menyulap lapangan dan pemukiman warga ini menjadi sebuah kawasan bisnis, pemukiman, serta tempat wisata. Pengusaha, Andi Wiarno, saat ini sedang mengurus izin prinsip.

Kepala Bidang Fisik dan Lingkungan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Cirebon, Arief Kurniawan mengatakan, Andi Wiarno sudah mengajukan permohonan izin prinsip untuk pembangunan di atas lahan ini.

“Beberapa waktu lalu pihak Pak Andi memang datang untuk mengisi formulir pengajuan pembuatan izin prinsip untuk membangun kawasan bisnis di atas lahan ini,” ujar Arief kepada Kabar Cirebon, Senin, 2 November kemarin.

Menurutnya, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Ruang Tata dan Ruang Wilayah telah mengatur zonasi dan kawasan di Kelurahan Pegambiran diperbolehkan untuk dibangun sebuah pusat bisnis.

“Dalam Perda No 8 Tahun 2012 tentang RT/RW jelas diperbolehkan di kawasan ini dibangun pusat bisnis. Jadi, perusahaan ini bisa mendirikannya selama izin prinsip serta izin-izin lainnya dipenuhi,” kata Arief.

Menurutnya, dalam ajuan yang diusulkan oleh Andi Wiarno, disertakan juga peruntukan lahan ini, di antaranya akan dibangun kawasan pemukiman, tempat wisata, serta pusat bisnis.

“Mungkin akan dibangun hingga ke batas pantai yang berada di belakang lahan ini,” katanya.

Menarik investor

Sementara itu, Walikota Nasrudin Azis mengungkapkan, pihaknya terus membenahi infrastruktur di Kota Cirebon untuk semakin menarik investor.

“Antara lain jalan-jalan di Kota Cirebon mulai kami perbaiki, serta kami tidak akan mempersulit alur birokrasi untuk pengurusan izin,” ujar Azis.

Apalagi, tambah Azis, untuk urusan izin Kota Cirebon sudah menerapkan sistem satu atap. Seluruh proses perizinan cukup dilakukan di Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu, dari badan ini seluruh proses perizinan akan dikirimkan melalui rekomendasi di SKPD terkait.

“Kota Cirebon memang kawasan strategis, ke depan Kota Cirebon akan terus berkembang. Saya harap masyarakat di Kota Cirebon jangan hanya menjadi penonton,” ujar Azis.

Sementara itu, lahan seluas 9.000 meter persegi milik CV Gunung Jati Abadi, belum akan dilakukan eksekusi. Sebanyak delapan rumah di atas lahan ini hingga kini masih bertahan.

Meski putusan dari Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan Andi Wiarno telah turun sejak 2014 lalu, hingga kini warga masih bersikeras atas kepemilikan lahan ini karena mengantongi bukti pelepasan dari pihak keraton.

“Setelah gagal dieksekusi pada pertengahan Oktober lalu, kami belum menerima lagi kapan jadwal eksekusi dilakukan,” ujar kuasa hukum Andi Wiarno, Abdi Mujiono.

Menurutnya, meskipun belum ada jadwal kembali, tapi eksekusi dipastikan bakal dilakukan. Sebab, Andi Wiarno sudah mendapatkan legalitas atas pemilikan tanah ini.

Andi sendiri merasa memiliki tanah tersebut karena memiliki sertifikat atas tanah yang dilakukan tukar guling dengan pihak TNI, sebelum dilakukan tukar guling, tanah Andi, berada di wilayah Kecamatan Gunung Jati.

Setelah dilakukan tukar guling dan Andi resmi memiliki tanah tersebut, dirinya meminta warga yang menempati tanah tersebut angkat kaki.

(rtw)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me