Kawasan Industri Lebih Menarik Ketimbang Properti Umum – Property

Big Banner

JAKARTA – Pertumbuhan sektor properti pada 2016 relatif stagnan. Meskipun laju ekonomi akan menjadi katalis positif, tapi tidak serta merta meningkatkan performa sektor ini secara langsung.

Direktur Konsultan Coldwell Banker, Tommy H Bastamy, mengatakan kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam mendorong investasi masuk, diharapkan turut mendorong laju ekonomi serta pertumbuhan di sektor properti

Menurutnya, sektor yang paling dahulu akan terdorong diperkirakan adalah sektor ritel. Peningkatan sektor ritel akan cenderung sejalan dengan naiknya pengeluaran belanja rumah tangga.

Menurutnya, Kenaikan tingkat pembelanjaan akan memacu para riteler untuk menjalankan rencana pengembangan usahanya yang mendorong kenaikan permintaan di ruang ritel. Sektor lain yang diperkirakan akan tetap tinggi adalah sektor kawasan industri dan perumahan kelas menengah bawah.

“Permintaan akan kawasan industri diperkirakan akan mengalami kenaikan baik di akhir 2015 maupun di 2016. Kebijakan pemerintah yang mempermudah investasi terutama di kawasan industri akan mendorong permintaan terhadap sektor ini,” katanya di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

“Sementara real demand untuk sektor perumahan terutama di kelas menengah bawah akan menjaga permintaan di sektor ini,” tambah dia.

Untuk, properti lainnya di sektor hotel akan dipengaruhi oleh aktivitas bisnis dan wisata. Diperkirakan akan kembali meningkat pada 2016 seiring dengan aktivitas bisnis yang diharapkan meningkat dari investasi yang masuk di Indonesia serta peningkatan PDB diharapkan juga meningkatkan aktivitas wisata dalam negeri.

“Sektor properti itulah yang mengalami pertumbuhan, meski diprediksi pertumbuhan properti tidak tumbuh secara signifikan atau tumbuh secara stagnan pada 2016,”tuturnya.

(mrt)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me