Ruang Bawah Tanah di Jakarta Semrawut

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat  mengeluhkan ketidaksinkronan pemerintah pusat dan daerah. Ia menunjuk pemanfaatan ruang dalam tanah yang tidak terkoordinasi dengan baik.  “Di bawah tanah banyak jaringan utilitas yang dipasang tanpa sinkronisasi, akibatnya kalau kita mau membangun proyek kerap terkendala jaringan utilitas itu,” ujar Djarot di Balaikota, Kamis (5/11).

Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat

Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat

Ia memberi contoh saat Pemprov DKI Jakarta akan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Proyek tersebut terpaksa ditunda dan dipindahkan lokasinya karena terhalang jaringan kabel milik PLN. Pihaknya tidak berani meneruskan karena akan mengacaukan penerangan di kawasan.

Djarot masih punya banyak contoh lain tentang buruknya koordinasi  antarinstansi. Ketika PGN melakukan pekerjaan penggalian dan penutupan di satu lokasi, katanya, tidak seberapa lama di lokasi yang sama digali lagi untuk proyek lainnya. Ia menduga dalam setiap pembangunan proyek utilitas tidak ada peta yang jadi pegangan. Ini bukan hanya terjadi di Jakarta tapi juga di kota-kota lainnya di Indonesia.

“Kita tidak tahu di dalam bumi yang kita pijak ini ada apa saja, tapi yang pasti semrawut seperti mie. Makanya menurut saya perlu ada aturan yang tegas mengenai hal ini karena tidak cukup hanya dengan peraturan menteri dan harus ditingkatkan minimal peraturan presiden,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me