Target REI Bangun Rumah dan Rusunami MBR Baru Tercapai 55%

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Real Estate Indonesia mengungkapkan sampai dengan Oktober 2015 lalu ada 138.121 rumah dan rusunami untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sudah dibangun anggota REI atau baru 55,75% dari target pembangunan rumah dan rusunami untuk MBR tahun ini yang ditetapkan REI sebanyak 217.725 unit rumah dan 30.000 unit rusunami.

Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Sederhana Tapak DPP REI Dadang Juhro mengatakan program pembangunan satu juta rumah tidak hanya melibatkan pemerintah, melainkan juga institusi seperti Perumnas, REI, Asosiasi Pengembang perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) dan Asosiasi Pengembang perumahan Rakyat Indonesia (Asperi) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam rencana pembangunan 603.516 unit rumah untuk MBR, pemerintah bertanggungjawab membangun 98.300 unit rumah. Sisanya dibagi ke Perumnas sebanyak 36.016 unit, REI 230.00 unit, APERSI 155.000 unit, ASPERI 18.000 unit, dan BPJS 35.400 unit. Sementara dari total 396.484 unit rumah yang akan dibangun untuk non-MBR, pemerintah daerah wajib membangun 30.000 unit, REI 250.000 unit, dan masyarakat 146.484 unit.

“REI tahun ini menargetkan membangun 217.725 unit rumah sejahtera tapak untuk MBR dan 30.000 unit rusunami pada program sejuta rumah tahun ini,” katanya.

Menurut dia, per Oktober 2015 silam, berdasarkan data groundbreaking sudah ada 138.121 unit rumah untuk MBR, baik yang sudah dibangun atau sedang dalam proses pembangunan.

Beberapa waktu lalu Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) merilis progres Pembangunan Satu Juta Rumah. Data terakhir menunjukkan sampai Oktober 2015 sebanyak 512.198 unit dibangun. Pembangunan Satu Juta rumah terdiri dari dua jenis, yakni rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Non-MBR. Rumah yang dialokasikan untuk MBR sekitar 603.516 unit dan untuk Non-MBR 396.484 unit.

Sementara sisanya, yakni 487.802 yang belum dibangun dengan rincian 226.234 unit untuk MBR dan 260.838 unit untuk non MBR. Sisa tersebut akan menjadi fokus Kementerian PUPR hingga 2019 nanti.

Unit rumah yang dibangun tidak hanya rumah tapak (landed house) tetapi juga rusunawa, peningkatan kualitas, dan pembangunan rumah khusus. Institusi-institusi lainnya kebanyakan fokus membangun rusunami dan rumah tapak untuk umum, buruh atau pekerja, dan pegawai negeri sipil. Salah satunya adalah REI yang memiliki target khusus terkait program sejuta rumah.

Lebih lanjut Dadang mengatakan prospek industri properti tahun depan akan membaik seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Dampak perbaikan ekonomi ini melonjaknya permintaan baik segmen menengah ke atas maupun menengah ke bawah. (EKA)

jktproperty.com