4 Faktor Ini Bisa Tingkatkan Sektor Properti Indonesia

Big Banner

Seperti yang kita ketahui, tiap negara membutuhkan pertumbuhan di sektor properti. Perbaikan-perbaikan ini nantinya akan memengaruhi sektor ekonomi di sebuah negara. Inilah yang kemudian membuat harga properti setidaknya naik sekitar 18 persen tiap tahunnya. 

Pada tahun 2015 ini misalnya, meski properti dikatakan melesu, harga propertinya tetap masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu atau tahun sebelumnya lagi. Berdasarkan hasil rangkuman pihak Rumahku.com, kenaikan harga properti di Jakarta dalam tiga tahun terakhir adalah 20 persen, 36 persen, dan 15 persen. Padahal, tahun 2012 merupakan puncak sub sektor properti nasional. 

BACA JUGA : 3 HAL PENTING TENTANG DESAIN EKSTERIOR RUMAH

Tidak melulu naik, terkadang harga properti juga turun, seperti pada tahun 2014, Hongkong mengalami penurunan (-1,1 persen), Paris (-2,5 persen) dan Moskow (-3,7 persen). Bahkan, saat itu Singapura juga sampai minus 10,0 persen. 

Sekilas, Indonesia juga sempat mengalami penurunan harga properti. Catatan dari Januari 2015 ke Mei 2015, kota-kota seperti Jakarta Timur, Bekasi dan Bogor juga sempat mengalami penurunan sebelum BI mengendurkan tarif LTV (Loan To Value) sebanyak 10 persen. Alhasil membuat subsektor properti kembali bergairah. 

Selain hal tersebut, faktor-faktor apa saja yang membuat properti jadi lebih baik dan bergairah?

rumahku.com