Soal Ketersediaan Lahan, Pengembang Butuh Bantuan Pemerintah

Big Banner

Semarang – Kalangan pengembang perumahan membutuhkan bantuan Pemerintah terkait ketersediaan lahan kosong yang dapat digunakan untuk pembangunan rumah sederhana, kata Wakil Ketua Real Estat Indonesia (REI) Jawa Tengah Bidang Perumahan Rakyat, Andi Kurniawan.

“Sebetulnya dari sisi produksi, pengembang mampu memenuhi kebutuhan kekurangan rumah di kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah, masalahnya adalah sulitnya mencari lahan dengan harga murah,” kata Andi di Semarang, Senin (9/11).

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya menilai bantuan dari pemerintah sangat dibutuhkan terutama dari sisi “database” lahan kosong yang dapat digunakan untuk pembangunan perumahan rakyat.

“Dengan begitu kami akan tahu tanah mana yang bisa digunakan, dalam hal ini kami tidak harus menggunakan tanah negara,” katanya.

Sebelumnya, melalui surat keputusan tiga menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang keluar stimulus dari pemerintah terkait penggunaan tanah milik Pemda khususnya untuk pembangunan rumah bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Sementara itu, mengenai kebutuhan rumah untuk PNS, Andi mengatakan saat ini jumlah kebutuhan di setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah rata-rata 2.000 unit rumah.

Menurut dia, dengan adanya bantuan dari pemerintah tersebut pihaknya optimistis dapat memenuhi kebutuhan rumah khususnya untuk PNS.

“Kalau di setiap kabupaten/kota dapat terbangun 2.000 unit rumah saja itu sudah sangat bisa menutup kebutuhan, dalam hal ini kami hanya terkendala lahan luas dengan harga yang masih murah,” katanya.

Mengenai harga, paling tidak harga tanah harus di bawah Rp200 ribu/meter, dengan harga tanah tersebut masih bisa disesuaikan dengan harga rumah murah yang saat ini di kisaran Rp110 juta/unit.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me