Skim KPR Pekerja Informal Akan Dikembangkan

Big Banner

Jakarta – Guna mempermudah kalangan pekerja informal mendapatkan rumah, pemerintah kini merancang skim kredit pemilikan rumah (KPR) bagi kelompok tersebut. Skim ini juga diharapkana mampu mendorong pencapaian program pemerintah membangun sejuta rumah dalam setahun.

“Pemerintah sangat concern dalam membantu pekerja informal untuk mengakses kredit perumahan. Kami tengah mengembangkan skim kredit KPR untuk pekerja informal,” Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Maurin Sitorus, di Jakarta, pekan lalu.

Skim KPR untuk pekerja informal, tambah dia, sebenarnya sudah dipraktikkan di Palembang, Sumatera Selatan. Di Palembang, dalam pelaksanaannya dijamin oleh pemerintah kota untuk mengurangi risiko yang akan dihadapi oleh perbankan.

“Selanjutnya kami akan mendorong pekerja informal untuk menabung terlebih dahulu baru mereka dapat mengakses kredit rumah dan jangka waktu yang diberikan pun sekitar lima sampai sepuluh tahun,” jelas Maurin.

Maurin menjelaskan, skim KPR bagi pekerja informal juga pernah diterapkan di kalangan nelayan, namun mengalami kegagalan. Kegagalan tersebut dikarenakan tidak bisa diprediksinya pendapatan nelayan dan karena para nelayan memiliki masa melaut dan tidak melaut.

“Tapi, pemerintah akan terus berupaya untuk melakukan terobosan dan mengembangkan skim pembiayaan untuk pekerja informal dalam rangka mendapatkan rumah yang layak huni,” ujar Maurin.

Sementara itu, Direktur Mortgage and Consumer Lending, PT Bank BTN (Persero) Tbk, Mansyur S Nasution, mengatakan bahwa sejak awal Program Sejuta Rumah dicanangkan, pihaknya siap mendukung program tersebut.

“Hal ini dikarenakan memang menjadi tugas utama Bank BTN untuk membantu MBR mendapatkan rumah layak huni dan kami berharap semua stakeholder dapat bersinergi dengan baik dalam rangka menyukseskan program sejuta rumah,” katanya.

Menurut dia, sebagai bank penyalur sektor perumahan terbesar, siap memberikan KPR kepada masyarakat, baik sektor formal maupun informal. Hal ini dalam mendukung program sejuta rumah pemerintah. “Bahkan, kami juga saat ini memberikan kredit untuk konstruksi bagi pengembang properti,” kata Mansyur.

 

Investor Daily

Imam Muzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com