Persaingan Hotel Bintang Empat di Lampung Tambah Ketat

Big Banner

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Persaingan hotel bintang empat di Lampung cukup ketat. Hingga September 2015, hotel kelas ini resmi bertambah menjadi tiga yakni Novotel, Emersia, dan The 7th.

General Manager The 7th Nuralamsyah Arifin mengatakan, persaingan hotel bintang empat di Lampung cukup menantang karena banyak pendatang baik wisatawan atau pebinis.

“Bisnis perhotelan di Lampung menantang, karena sekarang jumlah pendatang meningkat. Semakin banyak destinasi baru yang mengundang orang datang. Mereka terutama dari Jakarta. Banyaknya yang datang untuk bisnis (pertemuan),” ujar Arifin kepada Kompas.com, Jumat (6/11/2015).

Bulan Oktober, tambah Arifin, termasuk masa puncak. Karena pada saat itu, banyak digelar pertemuan dan rapat pemerintahan untuk menghabiskan anggaran belanja.

Penyewa kamar hotel biasanya menyusut pada awal tahun, karena realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baru dilakukan mulai April.

Sejak dibuka pada Mei 2015, tingkat hunian kamar The 7th terus mengalami kenaikan menjadi sekitar 50-60 persen. Kontributor terbesar berasal dari bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Menurut Arifin, meski hotel bintang empat sudah mulai marak di Lampung, ia optimistis The 7th mampu bersaing.

Layanannya dirancang dengan berstandar internasional, dan konsep hotel mengadopsi budaya Lampung. Mulai dari lobi, lorong, dan kamar-kamar, penghuni akan menemukan siger, yaitu hiasan yang biasa digunakan oleh pengantin perempuan suku Lampung.

Sementara fasilitasnya antara lain spa, kolam renang, gerai Victoria, restoran Seven Lounge, dan sky dining.

Pembangunan Hotel 7th dikerjakan sejak dua tahun lalu, yakni 2013. Hotel ini merupakan hotel pertama garapan PT Puri Persada Lampung.

Arifin mengatakan, perusahaan masih melihat perkembangan The 7th, sebelum mengembangkan hotel lainnya.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me