Batam Paling Terbuka untuk Asing Miliki Properti

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Dibanding kawasan lainnya di Indonesia, Batam paling memungkinkan untuk warga negara asing (WNA) membeli dan memiliki properti.

“Lokasinya dekat dengan Singapura sebagai salah satu pusat bisnis dan keuangan dunia. Ini potensi bagi Batam untuk meraup pembeli dan investor asing,” ujar CEO Ciputra Group, Candra Ciputra kepada Kompas.com, Sabtu (7/11/2015).

Kota ini, menurut Candra, adalah peluang paling bagus untuk investasi properti. Terutama rumah, apartemen, pusat belanja, dan kawasan industri.

Harga lahan dan propertinya masih sangat murah. Mengutip Laporan Perkembangan Properti Komersial yang dilansir Bank Indonesia (BI), harga sewa apartemen saja saat ini masih sekitar Rp 22,5 juta per meter persegi per bulan.

“Bandingkan dengan harga Singapura yang sudah berada pada level 800.000 dollar AS dan propertinya sudah miliaran rupiah per meter persegi,” tutur Candra.

Karena itu, Singapura saat ini sedang menerapkan kebijakan reduksi harga properti karena sudah terlalu tinggi. Melihat kondisi ini, lanjut Candra, Batam berpeluang menjadi area investasi terbaik untuk kalangan atas atau high end market.

“Namun, itu sangat tergantung pemerintah dalam menata Batam. Apakah penggodokan kepemilikan properti oleh WNA segera difinalisasi atau tidak. Kalau itu jadi, Batam adalah yang terbaik,” imbuh Candra.

dokumen ciputra group The Ritz Walk di CitraLand Megah Batam

Ciputra Group sendiri menyikapi peluang dan potensi Batam dengan mengembangkan CitraLand Megah. Ini merupakan properti premium seluas 15 hektar.

Tipikal hunian yang ditawarkan berdimensi 245 meter persegi, 330 meter persegi, dan 490 meter persegi, dengan luas lahan sekitar 160 meter persegi hingga 280 meter persegi.

Harga perdananya dipatok mulai dari Rp 3 miliar per unit. Selain hunian, juga akan dikembangkan hotel, gedung perkantoran, pusat kebugaran Fit Centrum, serta fasilitas penunjang kebutuhan penghuni lainnya.

Ciputra Group juga memberikan opsi investasi lainnya berupa ruko The Ritz Walk seluas 8.000 meter persegi. Ruko ini merupakan bagian dari CitraLand Commercial Center dengan total investasi sekitar Rp 100 miliar.

Sesuai dengan kelas huniannya, The Ritz Walk diproyeksikan sebagai pusat gaya hidup kalangan atas Batam dengan pengelola Colliers International.

The Ritz Walk mencakup bangunan 3 lantai. Rancangannya berlanggam arsitektur modern, dengan luas tanah 5 x 17 meter persegi dan bangunan 245 meter persegi. Setiap ruko memiliki rasio parkir satu berbanding lima.

Baca Juga: Ciputra Gandeng Aston Martin Tawarkan Gaya Hidup Ala James Bond

properti.kompas.com