Titik Balik Properti Berlangsung Pada Semester II 2016

Big Banner

Anton Sitorus, Director Head of Research & Consultancy Savills mengutarakan kepada Rumahku.com bahwa kelesuan sektor properti akan segera berakhir. Setidaknya, titik balik akan terjadi pada semester 2 tahun 2016. 

Menurut tanggapannya, Peraturan Menteri dan beberapa paket kebijakan terkait properti, seperti paket 1 terkait perumahan, paket 5 mengenai REIT (Real Estate Investment Trust) atau DIRE (Dana Investasi Real Estate), serta paket 6 tentang KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) sudah digulirkan pada awal 2016. Sehingga, membuat properti kembali menarik, baik untuk investor lokal maupun mancanegara. 

“Paket kebijakan pemerintah dan Peraturan Menteri adalah kuncinya. Namun begitu, tetap harus didukung oleh beberapa faktor lain, yakni suku bunga dan antisipasi pemerintah terhadap gonjang-ganjing rupiah,” tegas Anton, ketika ditemui di kawasan Slipi, Jakarta. 

Ia melanjutkan, suku bunga yang terlalu tinggi serta pelemahan rupiah terhadap dolar membuat para pengembang agak sulit untuk membangun proyek-proyek baru.  

Pasalnya, selain harga jadi semakin mahal akibat rupiah yang menurun, KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) dan KPA (Kredit Kepemilikan Apartemen) pun jadi terasa mahal bagi beberapa konsumen yang membutuhkan kredit. Padahal, beberapa pengembang butuh modal dari konsumen untuk melanjutkan proyeknya. Sebagai informasi, sebelumnya suku bunga kredit bertahan diangka 6,5 persen sebelum naik ke level 7,5 persen. 

Anton berharap, kebijakan yang dikeluarkan sepanjang tahun 2015 ini akan diimplementasikan pada semester pertama 2016. Sementara pada semester 2, sektor properti akan kembali bangkit.

rumahku.com