100 Juta Orang Kesulitan Mengakses Perumahan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Masalah perumahan menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Warga masyarakat yang tidak mampu mengakses perumahan masih sangat banyak. Salah satu sebabnya sumber daya (resources) perumahan sangat kecil dibanding kebutuhan.

Rumah Sederhana

Ilustrasi

“Saat ini sekitar 40 persen atau 100 juta penduduk Indonesia tidak punya kemampuan untuk mengakses perumahan, sebagian besar dari mereka perlu dibantu untuk mengakses perumahan. Praktis hanya 20 persen golongan masyarakat yang punya kemampuan. Dengan situasi ini berapa besar resources yang harus disediakan pemerintah?” ujar Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) di Jakarta, Senin (9/11).

Bila melihat dari proporsi dana APBN, Maurin menyatakan anggaran perumahan hanya 0,5 persen dari total APBN. Bandingkan dengan anggaran pendidikan dan untuk cicilan hutang yang mencapai 20 persen, kesehatan 5 persen, dan untuk daerah 30 persen. Karena itu perlu dibuatkan skim pembiayaan lain untuk mendukung program perumahan. Misalnya menggalang dana melalui tabungan perumahan rakyat (Tapera) dan alternatif pembiayaan lainnya.

Resources yang terbatas ini harus diupayakan bersama oleh seluruh stakeholder terutama oleh masyarakat sendiri dengan menggalang dana melalui Tapera yang saat ini masih dibahas di DPR. Bila Tapera diberlakukan resources perumahan akan membesar sehingga permasalahan yang terjadi selama ini perlahan-lahan bisa diselesaikan.

“Permasalahan ini juga menjadi tantangan pengembang, kita memiliki demand tidak berkesudahan, tinggal bagaimana swasta bisa memenuhi kebutuhan ini. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kemudahan dan subsidi untuk masyarakat senilai Rp60 juta per unit. Untuk pengembang diberikan bantuan prasarana, sarana, utilitas (PSU) Rp6 juta per rumah,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me