Kagum Group Ekspansi ke Hotel Syariah

Big Banner

Jakarta – Kagum Group berekspansi ke hotel syariah. Ekspansi ini menyasar empat kota besar, termasuk Bali.

Direktur Utama Kagum Group, Henry Husada, mengatakan, keempat kota yang disasar adalah Bandung, Yogyakarta, Bandar Lampung, dan Bali. Pada akhir 2015, hotel syariah yang siap beroperasi adalah Grand Seriti Madani Yogyakarta. Sedangkan Grand Seriti Madani Bandung dan Bandar Lampung akan beroperasi pada 2016. Pada tahun yang sama akan beroperasi hotel syariah Golden Zamzam Bali.

“Hotel di Bandung, Yogya, dan Bandar Lampung berada di segmen bintang empat. Sementara yang di Bali, bintang lima, ” ujar Henry, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Di Bali, hotel syariah yang merupakan owning company (milik perusahaan) Kagum Group tersebut berlokai di dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai. Henry mengklaim Golden Zamzam merupakan satu-satunya hotel syariah di Pulau Dewata. “Saya akan menciptakan pasar baru, walaupun berisiko. Rasio antara berhasil dan tidak, 50:50,” jelas Henry.

Selain domestik, hotel berkapitas 300 kamar ini juga membidik wisatawan Timur Tengah, terutama dari Dubai dan Qatar. Guna mempertajam pemasaran,. Henry berencan membuka kantor perwakilan Golden Zamzam di Dubai.

Sejauh amatan Henry, potensi wisatawan Timur Tengah cukup besar. Hal itu tecermin dari jumlah penumpang pesawat dari Dubai dan Qatar. Saat ini terdapat dua kali penerbangan per hari dari Dubai dan Qatar menuju Bali. “Penerbangan ini mengangkut 600 sampai 700 penumpang,” jelas Henry.

Menambah Kenyamanan

Beroperasinya Golden Zamzam, yang menerapkan konsep syariah secara total, diyakini akan menarik perhatian wisatawan Timur Tengah. Henry optimistis, hotel syariah menambah kenyamanan turis Timur Tengah selama berwisata di Pulau Bali. Di samping tidak menyediakan minuman beralkohol, hotel ini juga menerapkan konsep syariah di seluruh fasilitas hotel.

“Mulai makanan sampai kolam renang, semunya syariah. Kami juga menyiapkan mushola berukuran besar. Bahkan, selama masa persiapan dan pembangunan, saya melibatkan Dewan Pengawas Syariah. Saya juga sudah mendapatkan sertifikat syariah,” papar Henry.

Berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, bangunan Golden Zamzam berketinggian lima lantai. Henry belum bisa memprediksi nilai investasi total hotel yang akan beroperasi pada lebaran tahun depan.

“Sulit diprediksi. Saya ingin sempurna. Proyeksi investasi bisa berubah,” jelas dia. Sumber pembiayaan berasal dari kas internal (50 persen) dan bank 50 persen.

Ditanya mengapa bermain di bintang lima, Henry menyatakan, untuk alasan gengsi. “Kalau ada hotel syariah bintang lima, raja-raja Arab pasti mau tinggal,” ujar Henry.

Sejumlah Kota

Kehadiran hotel syariah akan melengkapi daftar panjang hotel yang dimiliki oleh Kagum Group. Hingga kini, Kagum Group memiliki 27 hotel di berbagai bintang. Yakni bintang dua (20 persen), bintang tiga (30 persen), dan bintang empat (50 persen). Masing-masing bintang memiliki brand sendiri. Bintang dua memakai brand Zodiak, bintang tiga (Serela), dan bintang empat menggunakan brand Golden Flower.

Sebanyak 27 hotel itu menyebar ke sejumlah kota. Yakni, Bali, Bandar Lampung, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Cilegon, Raja Ampat, dan Cirebon.

Selain hotel sendiri, Kagum Group juga mengelola hotel milik investor. “Ada belasan hotel milik investor yang kami kelola. Mayoritas di bintang tiga dan empat,” jelas Henry.

Investor Daily

Pamudji/FER

Investor Daily

beritasatu.com