BPJS Ketenagakerjaan Investasi Properti Rp 20 Triliun

Big Banner

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mulai berinvestasi di sektor properti. Tak tanggung dana yang digelontorkan bernilai Rp 20 triliun.  

“Kita tahun ini sangat agresif investasi di properti, secara peraturan dimungkinkan sekitar 30 persen. Saat ini baru 1 persen dan perkiraan bisa 5 persen di akhir tahun. Tahun ini kita membangun sekitar 25 ribu rumah pekerja, bekerjasama dengan 11 developer,” terang Elvyn G Masassya, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

Sektor properti ini dipilih karena BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk memenuhi pembangunan rumah murah bagi para pekerjanya. Investasi ini telah bekerjasama dengan Bank Tabugan Negara (BTN) dalam penyaluran rumah murah tersebut nantinya. Namun tak menutup kemungkinan BPJS ketenagakerjaan akan bekerjasama dengan bank BUMN lainnya. 

Selama ini investasi yang dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dialokasikan ke obligasi hingga 46 persen dan akan ditingkatkan menjadi 48 persen. Sementara di sektor saham sebesar 21 persen dan rencana ditingkatkan jadi 22 persen, sedangkan deposito 24 persen akan menurun ke angka  22 persen, sisanya dialokasikan ke reksa dana, properti dan penyertaan. 

Total dana kelolaan yang telah dicapai BPJS ketenagakerjaan sendiri saat ini sudah di angka Rp 198 triliun dan pada akhir tahun ditargetkan hingga Rp 204 triliun. Tahun depan diperkirakan pertambahan dana kelolaan bisa mencapai Rp 220 triliun

 

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me