Rupiah Melemah, Laba Jababeka Turun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pengembang kawasan industri dan township PT Jababeka Tbk, mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 11 persen atau senilai Rp2,283 triliun hingga periode akhir September 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini ditopang dari proyek infrastruktur yang tumbuh hingga 17 persen sementara dari penjualan real estat mengalami penurunan menjadi Rp795 miliar dari sebelumnya Rp807 miliar.

 

Ilustrasi

Ilustrasi

Berdasarkan publikasi yang diterima housing-estate.com, Selasa (10/11), kendati situasi ekonomi tengah mengalami perlambatan, pertumbuhan pendapatan Jababeka cukup stabil. Proyek infrastuktur yang mencatatkan kenaikan, perolehan margin laba kotornya lebih rendah dibandingkan dengan perolehan dari land development maupun real estat.

Yang meningkat pesat justru dari bidang leisure & hospitality yang mencapai 69 persen atau senilai Rp80 miliar. Pendapatan berulang (recurrinig income) juga telah memberikan porsi yang cukup besar terhadap pendapatan perusahaan mencapai 62 persen dibandingkan periode tahun lalu yang 58 persen.

Total laba bersih yang berhasil dibukukan oleh Jababeka mencapai Rp71 miliar, turun tajam dari periode tahun lalu yang sebesar Rp381 miliar. Hal ini dikarenakan rugi selisih kurs mata uang yang membuat laba selisih kurs aktivasi perusahaan dan nilai pasar atas kontrak terjadi revaluasi atas aktivitas pendadaan dari pinjaman dollar Amerika yang sebesar Rp593 miliar. Untuk mengurangi dampak penurunan nilai kurs ini, Jababeka telah melakukan lindung nilai berupa call spread sebesar 200 juta dollar Amerika dengan rata-rata nilai sebesar Rp13.014.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me