800 Gedung di Jakarta Akan Diaudit

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat kembali mengingatkan pentingnya menata kota dengan memerhatikan daya dukung dan patuh terhadap peruntukan tata ruang wilayah.  Selain itu pengembang juga harus memperhatikan aspek sosial karena wilayah Ibukota kian padat dan daya dukung lingkungannya makin berkurang.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Jakarta itu kota dengan mal paling banyak sedunia, kita tidak boleh lagi melakukan kesalahan karena itu kalau mau membangun harus dipikirkan daya dukung sosial dan daya dukung lingkungannya. Kalau lokasinya lahan hijau jangan diubah jadi hunian, peruntukan untuk perdagangan jangan berubah jadi yang lain,” ujarnya usai membuka acara Bulan Mutu Nasional Indonesia Quality Expo 2015 di Jakarta, Senin (9/11).

Dengan banyaknya mal dan gedung jangkung di Jakarta yang kurang memerhatikan dampak lingkungan penurunan tanah di Jakarta setiap tahun mencapai 10-20 cm. Djarot juga mengatakan harus ada kebijakan terkait keamanan konstruksi bangunan karena areanya yang cukup rawan gempa maupun seringnya terjadi kebakaran.

Di Jakarta saat ini ada 800 gedung tinggi dan belum semuanya tersertifikasi. Harus ada standar konstruksi bangunan dengan tolok ukur yang jelas dan terukur. Karena itu Djarot akan melakukan audit sehingga bila ada gedung yang tidak layak bisa diketahui secara dini sebelum terjadi bencana.

“Minimal gedung tinggi di Jakarta bisa menahan gempa hingga 6,5 skala richter, kemudian ada standar bila terjadi bencana. Kami akan bekerja sama dengan badan sertifikasi nasional untuk pengecekan ke gedung-gedung dan bukan hanya gedung swasta, gedung pemerintah juga akan diaudit,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me