100 Juta Penduduk Indonesia Masih Sulit Mengakses Perumahan

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Satu data mengungkapkan saat ini sekitar 40% atau 100 juta penduduk Indonesia tidak punya kemampuan untuk mengakses perumahan. Sebagian besar dari mereka perlu dibantu untuk mengakses perumahan. Sementara golongan masyarakat yang memiliki akses perumahan hanya 20%.

Menurut Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), dengan kondisi itu pemerintah tengah memikirkan resources yang bisa disediakan pemerintah untuk mempermudah akses perumahan bagi rakyat banyak.

“Bila melihat dari proporsi dana APBN, Maurin menyatakan anggaran perumahan hanya 0,5% dari total APBN. Bandingkan dengan anggaran pendidikan dan untuk cicilan hutang yang mencapai 20%, kesehatan 5% dan untuk daerah 30%. Karena itu perlu dibuatkan skim pembiayaan lain untuk mendukung program perumahan. Misalnya menggalang dana melalui tabungan perumahan rakyat (Tapera) dan alternatif pembiayaan lainnya,” katanya di Jakarta.

Resources yang terbatas ini harus diupayakan bersama oleh seluruh stakeholder terutama oleh masyarakat sendiri dengan menggalang dana melalui Tapera yang saat ini masih dibahas di DPR. Bila Tapera diberlakukan resources perumahan akan membesar sehingga permasalahan yang terjadi selama ini perlahan-lahan bisa diselesaikan.

“Permasalahan ini juga menjadi tantangan pengembang, kita memiliki demand tidak berkesudahan, tinggal bagaimana swasta bisa memenuhi kebutuhan ini. Pemerintah sudah mengeluarkan berbagai kemudahan dan subsidi untuk masyarakat senilai Rp60 juta per unit. Untuk pengembang diberikan bantuan prasarana, sarana, utilitas (PSU) Rp6 juta per rumah,” tandasnya.

 

 

 

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me