Pemerintah Naikkan Anggaran Perumahan 2016 Menjadi Rp12,5 Triliun

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Pemerintah akan meningkatkan anggaran perumahan tahun depan dari Rp5,1 triliun tahun ini menjadi Rp12,5 triliun. Penegasan itu diungkapkan Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Maurin Sitorus.

Dari Rp12,5 triliun ini yang terbesar alokasinya untuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Perinciannya, sebanyak Rp9,22 triliun untuk FLPP, Rp2 triliun untuk program selisih bunga, dan Rp1,2 triliun untuk bantuan uang muka sebesar Rp4 juta/nasabah,” katnya di Jakarta, Senin (9/11).

Dengan penambahan dana itu, terutama untuk dana FLPP, pengembang ditantang untuk bisa menyediakan suplai perumahan sebesar-besarnya dan tidak perlu mengkhawatirkan pembiayaannya. “Artinya, berapapun suplai yang bisa dibangun dan bisa diserap oleh pasar, pemerintah akan menjamin pembiayaannya akan tetap ada kendati anggaran untuk perumahan yang sebesar Rp12,5 triliun ini sudah habis,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini sudah ada subsidi selisih bunga dan peraturannya juga sudah terbit sehingga kalau anggarannya habis bank bisa tetap menyalurkan dan nanti akan dibayar oleh pemerintah dengan anggaran APBN tahun berikutnya.

“Jadi sifatnya otomatis dan selisih ini pasti akan dibayar oleh pemerintah karena ini amanat UU APBN, sejak negeri ini berdiri pemerintah belum pernah tidak membayar hutangnya baik keluar negeri maupun di dalam negeri,” tambah Maurin. (EKA)

 

 

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me