Hanya di Bandar Lampung Harga Rumah Tidak Naik

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Bandar Lampung merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang tidak mengalami kenaikan harga rumah selama triwulan III-2015.

Dari total 16 kota di seluruh Indonesia yang disurvei oleh Bank Inddonesia (BI), harga rumah di ibu kota Provinsi Lampung tersebut pada umumnya tidak mengalami kenaikan atau 0,00 persen.

Sebaliknya dengan Batam, BI mencatat kota ini justru mencetak kenaikan harga tertinggi sebesar 5,95 persen.

“Kenaikan harga rumah di Batam terutama terjadi pada rumah tipe menengah. Kenaikannya bisa mencapai 8,07 persen,” tulis BI dalam Survei Harga Properti Residensial yang dipublikasikan pada Rabu (11/11/2015).

Secara umum, pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III-2015 melambat. Survei Harga Properti Residensial di 16 kota berada pada level 188,65 persen atau meningkat 0,99 persen secata triwulanan.

Namun begitu, peningkatan tersebut melambat bila dibandingkan pada kuartal II-2015 yang tercatat 1,38 persen.

Kenaikan bahan bangunan sebesar 31,83 persen, upah pekerja 23,17 persen dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 18,56 persen merupakan faktor utama penyebab kenaikan harga properti residensial.

Secara triwulanan perlambatan kenaikan harga tertinggi terjadi pada tipe rumah kecil. Hasil survei mengindikasikan kenaikan terjadi pada semua tipe rumah dengan pertumbuhan melambat pada tipe rumah kecil sebesar 1,02 persen.

Sementara itu rumah tipe menengah dan besar mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi dari triwulan sebelumnya masing-masing 1,07 persen dan 0,88 persen.

Berdasarkan wilayah harga rumah di Bandar Lampung pada umumnya tidak mengalami kenaikan atau 0,00 persen.

Sementara itu sama halnya dengan triwulan sebelumnya, Batam sebagai kota industri mencatat peningkatan harga paling tinggi 5,95 persen terutama pada rumah tipe menengah 8,07 persen.

Pesatnya pertumbuhan sektor industri dilengkapi infrastruktur memadai mendorong investor melakukan investasi di sektor konstruksi di Batam.

Kenaikan melambat

Secara tahunan, harga poperti residensial juga mengalami kenaikan yang melambat. Pertumbuhan harga properti residensial tercatat sebesar 5,46 persen atau melemah dibandingkan kenaikan harga pada kuartal II-2015 sebesar 5,95 persen.

Dilihat berdasarkan tipe rumah, perlambatan kenaikan harga terjadi pada semua tipe. Perlambatan tertinggi terjadi pada rumah tipe menengah sebesar 4,72 persen.

Sementara berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah terendah terjadi di Bandar Lampung 0,60 persen dan Yogyakarta 2,24 persen.

Kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Batam sebesar 17,63 persen dan Makassar sekitar 14,50 persen.

 

properti.kompas.com