Pengembang Tunggu Perubahan Perizinan Rumah Murah

Big Banner
PerumahanPerumahan

Propertinet.com – Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jabar Rahayu Wiramihardha meminta pemerintah segera mempermudah segala perizinan untuk pembangunan rumah murah. Pasalnya saat ini ada beberapa perizinan yang masih memerlukan biaya cukup tinggi serta prosedur yang lama bagi pembangunan rumah murah.

Dia mencontohkan biaya untuk splitzing sertifikat dan izin mendirikan bangunan (IMB) masih tinggi. Sekarang splitzing sertifikat menjadi terhambat karena modalnya lumayan berat dan IMB pun perlu ada harga khusus. Kalau bisa perizinan rumah murah ada kelonggaran.

Selain itu, Apersi mengharapkan agar lahan untuk pembangunan rumah murah disiapkan oleh pemerintah sehingga pengembang tinggal membangun tanpa direpotkan oleh urusan pembebasan lahan.

Agar kemudahan bisa terealisasi maka pemerintah pusat perlu berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota. Sebab, kebijakan untuk kemudahan itu berada di tangan pemerintah kabupaten/kota.

“Dengan kemudahan-kemudahan tersebut maka program pemerintah untuk membangun sejuta rumah pada tahun ini diharapkan dapat terwujud. Oleh karena itu, pusat harus bekerja sama dengan daerah untuk merealisasikan hal ini,” katanya.

           Baca Juga!

 

Kendati demikian, Apersi mengapresiasi rencana pemberian subsidi uang muka bagi konsumen sebesar Rp4 juta oleh pemerintah pusat sehingga penyerapan rumah murah ke depan bisa sesuai target.

Dia menilai pemberlakuan uang muka ini cukup menguntungkan mengingat konsumen nantina hanya membayar Rp1 juta untuk uang muka. Mereka tidak membayar uang muka seluruhnya sebesar Rp5 juta karena disubsidi pemerintah.

“Kami saat ini sedang menunggu rencana ini, katanya dalam waktu dekat akan terealisasi,” ujarnya.

Adapun, target pembangunan rumah murah di Jabar saat ini mencapai 36.000 unit, dengan progres pembangunan rumah oleh Apersi telah mencapai 20.000 unit.

Di Bandung, harga rata-rata rmah dijual adalah Rp9.670.000 per meter persegi, sedangkan untuk rumah yang disewa atau kontrak adalah Rp400.000 per meter persegi. Adapun area yang paling banyak diminati adalah Dago, Antapani, dan Buah Batu. Populernya Bandung sebagai area hunian juga didukung oleh pertumbuhan penetrasi internet yang cukup tinggi.

Lebih banyak orang mengakses informasi via internet dan engage secara online melalu ponsel atau perangkat mobile, memudahkan pencari properti untuk memilih rumah idaman dan lingkungan hunian yang ideal.

propertinet.com