Konsumen Muda, Pasar Potensial Properti Indonesia

Big Banner

Pola pembelian properti di kalangan konsumen muda membentuk tren yang cukup unik. Beberapa faktor yang kerap menjadi pertimbangan sebelum membeli hunian, mereka kesampingkan. Mengapa?

Keinginan konsumen muda, terlebih yang berada di kisaran usia 21-30 tahun, untuk memiliki rumah sendiri diyakini akan terus meningkat pada 2016. Melemahnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika yang juga berimbas pada lesunya pasar properti Indonesia pun diprediksi akan kembali menggeliat dengan konsumen muda sebagai “pemain” utamanya.

Tren ini terungkap lewat hasil Indonesia Property Sentiment Survey H2-2015 yang dilakukan situs properti nomor 1 di Indonesia, Rumah123.com, beberapa waktu lalu. Hasil survey tersebut menunjukkan sekitar 65 persen kelompok usia 21-30 tahun sudah sangat termotivasi untuk memiliki rumah sendiri.

Investasi, menjadi alasan konsumen muda membeli properti. Setelah membeli properti pertamanya, para konsumen ini baru berpikir akan meng-upgrade properti mereka. Dilihat dari sisi usia, sebagian besar kalangan ini memiliki penghasilan kurang dari Rp100 juta per tahun. Properti dengan kisaran harga Rp300 jutaan pun menjadi sasaran kalangan dengan penghasilan demikian.

Menilik perkembangan saat ini, hunian, baik rumah atau apartemen, dengan kisaran harga itu sudah sangat sulit ditemukan di kawasan pusat kota. Properti dengan kisaran harga tersebut terbilang lebih mudah ditemui di pinggiran kota. Sebut saja Depok dan Bekasi.

Berlokasi di pinggiran kota tak lantas membuat mereka urung membeli properti. Sebaliknya, justru kian meningkat. Abai pada faktor lokasi inilah yang kini dilakoni para konsumen muda.

“Jadi mereka yang penting beli dulu yang pertama, nanti bisa dijadikan modal untuk membeli rumah yang lebih tinggi nilainya (Upgrade),” ujar Untung menambahkan. “Lebih mudah membeli yang kedua, ketimbang yang pertama.”

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me