Green Park Residence, Oase di Timur Jakarta

Big Banner

Lokasinya terbilang cukup strategis, di sisi timur Jakarta, persisnya di samping exit toll JORR (Jakarta Outer Ring Road) Jatiwarna. Hal yang paling menarik, saat Anda memasuki area perumahan, riuh suasana di luar bakal langsung terserap hilang, berganti nuansa teduh, tenang dan nyaman. 

Memasuki area kompleks perumahan Green Park Residence Jatiwarna, mata Anda akan dimanjakan dengan berbagai pohon dan tanaman hias yang ditanam pihak pengembang. Suara bising kendaraan di luar pun tidak lagi terdengar, begitu tenang. Sementara penataan hunian di masing-masing cluster memberi kesan rapi. 

 

“Konsep yang kami usung itu private living, jadi bagi penghuni yang bekerja di sekitaran Jakarta, begitu mereka di rumah dapat merasakan suasana yang tenang dan menjadi lebih rileks,” kata Abdul Holid, Supervisor Promosi Green Park Residence kepada Rumahku.com.  

Mulai dibangun sejak 2008, diawali dari penggarapan cluster Cotton Wood, saat ini di lahan Green Park sudah berdiri lima cluster hunian, selain Cotton Wood ada Rose Wood, Oak Wood, Pine Wood dan Ultima. Saat ini dari 400 hunian yang tersedia di seluruh cluster, tinggal tersisa 50 hunian.  

“Untuk harga saat ini mencapai Rp 2-3 miliar. Terkecuali untuk yang di cluster Ultima karena tipe huniannya cukup besar dan cukup eksklusif dari sisi keamanannya. Kalau ada tamu datang, petugas keamanan yang ada di depan kluster akan menelpon si pemilik rumah terlebih dahulu, kalau sudah ada izin baru bisa masuk. Selain itu di tiap hunian tersedia kolam renang pribadi. Untuk Ultima harga berada di kisaran 5-8 miliar,” jelas Holid. 

Lebih lanjut Holid mengatakan, untuk harga kenaikannya memang cukup signifikan. Saat cluster Cotton Wood pertama kali dirilis, harga masih berada di kisaran Rp 400 jutaan, sedangkan saat ini kalau sang pemilik ingin menjualnya seharga dua miliar saja, akan sangat cepat terbeli.

“Lokasi kami sangat strategis, tepat di pintu keluar tol Jatiwarna, ini tentunya memudahkan aktivitas para  pemilik hunian,” kata Holid.  

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 17 hektare dengan segmen pasar menyasar kelas menengah atas, tipe hunian yang ditawarkan di Green Park memang terbilang cukup luas. Seperti halnya tipe Gardenia di cluster De Wood luas LT/LB-nya 162 m2/200 m2 dan menawarkan dua model hunian, satu lantai dan dua lantai. Begitu pun tipe Daisy di cluster Pine Wood, luasnya 120 m2/148 m2. 

“Proyek terbaru kami saat ini sedang melakukan pengembangan cluster Rose Wood, terdiri dari dua tipe yaitu Chrysant dan Aster. Untuk Chrysant 68 m2/90 m2, sedangkan Aster 48/90. Tersedia dalam dua model, satu lantai dan dua lantai. Harga di bawah satu miliar, karena memang tipenya tidak terlalu besar ya,” jelas Holid.  

Selain menjanjikan suasana nyaman dan tenang, Green Park juga tidak lupa menghadirkan fasilitas penunjang lainnya. Seperti adanya De Wood Family Club di mana terdapat kolam renang, gym, dan restoran. Selain itu untuk anak-anak tersedia fasilitas children playground.  

“Saat ini penjualan memang agak sedikit melambat, saya rasa hampir semua bisnis properti merasakannya. Tapi kami optimistis keadaanya akan segera membaik. Di lahan Green Park, PT Buana Global Propertindo selaku pengembang rencananya ke depan kami akan mendirikan kondominium, apartemen dan juga semacam pusat kuliner,” ungkapnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me