Ini Dampak Buruk Proyek Reklamasi Jakarta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Reklamasi menjadi salah satu solusi mengatasi kian terbatasnya lahan di kota-kota besar seperti Jakarta. Namun menciptakan daratan baru di laut bukan tanpa  resiko. Bahkan ada yang menilai dampak buruknya lebih besar ketimbang nilai ekonomis yang dihasilkan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Alan F. Koropitan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, ada dua permasalahan yang terjadi di Jakarta, yaitu peningkatan muka air laut (sea level rise) dan penurunan tanah (land subsidence). Peningkatan muka air laut mencapai 7,3 milimeter (mm) per tahun, sementara penurunan tanah mencapai 1-28 cm per tahun. Dengan tingkat penurunan seperti itu kegiatan reklamasi ibarat melakukan penyumbatan sehingga akan ada limpasan air laut ke darat dan ini harus diatasi dengan pompa.

“Biaya untuk pompa mahal luar biasa dan siapa yang harus menanggung? Belum bicara mengenai kerusakan dampak lingkungan. Kita ini negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan 70-80 persennya masih kosong, kenapa tidak memanfaatkan pulau-pulau ini dulu,” ujar Alan saat bicara pada diskusi publik mengenai reklamasi Jakarta, Rabu (11/11).

Selain itu, lanjut Alan, kawasan teluk merupakan area berarus rendah yang dengan arus ini merupakan mekanisme alami untuk melakukan pencucian pencemaran. Dengan reklamasi akan semakin menghilangkan arus sehingga proses pencucian kawasan teluk akan semakin lama dan menyebabkan lingkungan semakin tercemar. Bahan pencemar ini akan menumpuk yang membuat ekosistem banyak mati dan ini sudah terjadi sekarang ini.

Contoh lainya di Xianmen, Cina, yang pernah melakukan reklamasi dan ternyata biaya pengolahan limbahnya sama dengan biaya reklamasi itu sendiri. Intinya, Alan menyebut kegiatan reklamasi tidak akan cocok diterapkan di Jakarta karena ongkos sosialnya terlalu tinggi.

“Jangan dibandingkan dengan Belanda, mereka memang areanya berada di bawah permukaan laut sementara kalau kita tidak. Yang betul itu kita melakukan restorasi untuk 13 sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta, bersihkan sedimen lumpur yang sudah puluhan tahun, kalau sungai dan laut kita bersih, pulau-pulau kita bagus, ini pasti akan mendatangkan perekonomian yang besar juga,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me