Pasar Rumah Masih Lesu

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar properti sub-sektor perumahan atau residensial selama kuartal III-2015 dilaporkan masih lesu. 

Menurut Survei Harga Properti Residensial keluaran Bank Indonesia (BI), melambatnya pasar residensial ditandai pertumbuhan penjualan yang turun menjadi 7,66 persen dari 10,84 persen pada kuartal sebelumnya.

Hal ini diakui GM Marketing Vimala Hills and Resorts Zaldy Wihardja. Menurut dia, penjualan Vimala Hills and Resorts selama Januari-September 2015 anjlok 50 persen.

“Jika tahun lalu kami masih bisa meraup penjualan Rp 200 miliar, tahun ini hanya Rp 100 miliar. Tahun depan kami harap penjualan bisa membaik. Setidaknya naik menjadi Rp 250 miliar,” ungkap Zaldy kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2015).

BI menduga perlambatan penjualan karena konsumen menunda pembelian properti terkait kondisi fundamental perekonomian yang juga mengalami penurunan.

Dari sisi pasokan, kata BI, adanya aturan loan to value (LTV) terbaru yang mengharuskan jaminan tambahan dari pengembang, dianggap memberatkan arus kas perusahaan.

Tipe besar

BI memprediksi, kenaikan harga properti residensial yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan IV-2015.

Berdasarkan wilayah, perlambatan pertumbuhan penjualan rumah, terutama tipe besar terjadi di beberapa daerah di antaranya Padang, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Pontianak dan Balikpapan.

Meskipun pada kuartal terakhir ini indeks harga properti residensial masih mengalami kenaikan 0,40 persen namun menciut dibandingan kenaikan 0,99 persen pada kuartal sebelumnya. 

“Kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi pada rumah tipe besar dengan angka 0,26 persen. Kenaikan harga di Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi 0,00 persen. Sementara di Balikpapan diperkirakan 0,01 persen,” tulis Laporan BI yang dipublikasikan Rabu (11/11/2015).

Kenaikan harga properti residensial yang melambat juga diperkirakan terjadi secara tahunan.

Pada triwulan IV-2015 harga properti residensial yang meningkat 4,27 persen, menurun dibandingkan kenaikan harga 5,46 persen pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan tipe bangunan, kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi pada rumah tipe besar sebanyak 2,98 persen.

Sementara berdasakan wilayah, kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi di Pontianak.

properti.kompas.com