Pemerintah Tambah Biaya Subsidi Rumah Murah

Big Banner

Pemerintah sudah menggelontorkan dana setidaknya Rp 5,1 triliun untuk membantu subsidi pembiayaan rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Namun dana yang sudah dikeluarkan tersebut belum dapat memenuhi kebutuhan target pembangunan rumah murah.

Dana ini sudah habis untuk pembangunan rumah murah sebanyak 87.683 unit yang berakhir pada bulan Juli 2015 lalu. Meski begitu, pemerintah tetap berupaya agar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki rumah dengan harga terjangkau dengan cara menambah biaya yang bersumber dari berbagai sektor. 

Pertama, melalui Bantuan Uang Muka (BUM) perumahan yang bernilai Rp 220 miliar. Dana ini merupakan dana kompensasi dari penurunan subsidi Bahan Bakar Minyak yang dilakukan pemerintah pada akhir tahun 2014. 

Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan mengatakan dari dana Rp 220 miliar tersebut, setiap rumah tangga yang memenuhi persyaratan nantinya akan mendapatkan bantuan uang muka Rp 4 juta per unit rumah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 42/PRT/M/2015 . 

Kedua, dari Subsidi Selisih Bunga (SSB) sebanyak Rp 57,51 miliar. Dana ini bersumber dari dana operasional Badan Layanan Usaha Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLUPPDP). Dana ini akan digunakan untuk memberi subsidi selisih bunga terhadap MBR yang mengajukan KPR.  

Nantinya, MBR dapat mengangsur KPR dengan bunga sebesar lima persen. Bunga ini tentu lebih rendah dibanding bunga KPR tanpa subsidi yang dapat mencapai lebih dari 10 persen. 

“Dana ini (Rp 57,51 miliar) diharapkan bisa membiayai sebanyak 42.500 unit rumah MBR,” terang Maurin Nasution seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Diharapkan higga akhir tahun ini akan ada tambahan rumah murah sebanyak 97.500 unit bagi MBR yang ingin mendapatkan rumah bersubsidi. Maurin optimis dengan adanya tambahan dana ini, program sejuta rumah rakyat dapat terpenuhi.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me