Konstruksi Hotel Dominan di Jakarta dan Sekitarnya

Big Banner

Jakarta – Kota Jakarta dan sekitarnya menjadi kawasan yang paling dominan dalam konstruksi hotel tahun 2016. Data BCI Asia memperlihatkan, dari sekitar Rp 21 triliun pasar konstruksi hotel tahun 2016 sekitar 21% nya berada di kawasan tersebut. Artinya, sekitar Rp 4,4 triliun ada di sekitar Ibu Kota Republik Indonesia.

Beberapa proyek hotel di kawasan ini antara lain adalah Harris Hotel di Tangerang yang berkapasitas 200 kamar. Lalu, Vivo Sentul, Bogor (150 kamar), Grand Dhika City Hotel, Bekasi (143 kamar), dan Boulevard Bussiness Centre, Tangerang (200 kamar).

“Geliat bisnis perhotelan masih prospektif tentunya, hal itu ditunjang oleh pertumbuhan destinasi dan fasilitas MICE di beberapa kota di Indonesia. Seperti contoh nya kota mandiri Tangerang Selatan,” ujar Corporate Marketing Communication Manager Parador Hotels & Resorts Pramita Sari, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, baru-baru ini.

Jawa Timur menjadi kawasan kedua terbesar. Di kawasan ini terdapat sekitar Rp 3,8 proyek konstruksi hotel. Artinya, kawasan ini menyumbang sekitar 18% dari total nilai proyek konstruksi hotel tahun depan.

Kawasan ketiga terbesar adalah Bali-Nusa Tenggara, yakni 15% atau setara dengan sekitar Rp 3,1 triliun. Kawasan ini khususnya Bali, masih menjadi magnet utama untuk pembangunan hotel. Di mata Ricky Thomasia, Presiden Direktur Bali Seminyak Sejahtera (BSS), bisnis pariwisata Bali nyaris tak pernah lekang mengingat kekayaan alam dan budayanya yang mempesona.

“Kami berencana membangun dua hotel. Untuk yang pertama kami menggandeng Meritus operator hotel bintang lima. Sedangkan yang kedua adalah hotel bintang tiga,” papar dia.

Investor Daily

Edo Rusyanto/EDO

Investor Daily

beritasatu.com