Properti Tetap Menjadi Pilihan Investasi Menguntungkan

Big Banner

Batam – Memiliki portfolio investasi properti sudah menjadi hal yang lumrah menjurus ke wajib bagi kalangan masyarakat menegah keatas, terutama di tahun 2015.

Sepanjang tahun ini, masyarakat disajikan berita tentang melemahnya nilai tukar rupiah dan terpuruknya ekonomi nasional, akibat keperkasaan mata uang dolar dan sentimen ekonomi global, yang mengakibatkan investasi di pasar saham, pasar uang, bisnis, bahkan emas, ikutan merosot drastis.

Marketing Manager Orchard Park Batam, Tedi Guswana, mengatakan, ekonomi Indonesia di tahun 2015 secara umum memang sedang mengalami perlambatan. Hal ini, kata dia, tentu membuat para investor cenderung wait and see. Namun, diantara seluruh varian investasi, sektor properti malah menggeliat.

“Namun, kinerja pengembang papan atas dengan nilai kapitalisasi besar seakan tidak terpengaruh dengan melambatnya kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Salah satunya adalah Agung Podomoro Land (APL), yang saat ini tengah memasarkan proyek terbarunya di pulau Batam,” kata Tedi dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (13/11).

Menyoal alasan APL menggelar ekspansi ke Batam, kata dia, hal itu dilandasi oleh visi yang luar biasa dan telah dikaji secara mendalam. Keputusan ini, lanjutnya, terbukti tepat. Hanya dalam waktu 1 tahun, jelas Tedi, harga tanah di sekitar lokasi Orchard Park Batam di Batam Center, meningkat mencapai 100 persen.

“Selain itu, hanya dalam waktu 1 tahun, Orchard Park Batam telah berhasil menjual 900 unit rumah dan 120 unit shop house,” tambahnya.

Orchard Park Batam sendiri, kata Tedi, merupakan kawasan terpadu yang nyaman dan terdiri dari sekitar lebih kurang 1.200 unit hunian/rumah tapak, 121 unit Orchard Walk atau shop house, 22 unit SOHO atau office space, 100 unit apartemen, dan Avenue Park yang merupakan sebuah lifefestyle and entertainment center, dan Orchard Club House.

Sejak dipasarkan mulai awal 2014 yang lalu, jelas dia, dari 3 klaster pertama yang dibuka, klaster Vitis, klaster Citrus dan klaster Carica, penjualannya sampai saat ini sudah mencapai angka 97 persen.

“Orchard Park kembali membuka dua klaster baru yaitu klaster Persea yang merupakan klaster eksklusif di Orchard Park Batam dan klaster Durio yang diperuntukan bagi para keluarga muda dan investor dengan harga terjangkau,” jelas Tedi.

Kehadiran MEA Dorong Sektor Properti

Lebih lanjut Tedi mengatakan, kalangan investor yang mulai ragu meletakan investasi di saham, emas, dan bisnis, tentu mencari sarana investasi yang aman dan masih menguntungkan, sambil menunggu kondisi ekonomi kembali stabil. “Pilihan mereka banyak mengarah ke properti,” kata Tedi.

Kalangan investor, jelas dia, sangat paham akan potensi sektor properti yang dalam kondisi apapun terus meningkat, terutama menyambut kedatangan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada awal tahun 2016. MEA, lanjut dia, yang menitikberatkan pada peningkatan bisnis internasional di antara negara-negara ASEAN akan mendorong pergerakan produk barang, jasa, permodalan/investasi dan tenaga kerja secara bebas.

Dengan adanya potensi pergerakan masuk-ke luar tenaga kerja, kata Tedi, diperkirakan akan terjadi peningkatan tenaga kerja asing ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Hal inilah yang membuat potensi investasi di industri properti malah menguat.

“Hunian menengah keatas akan menjadi salah satu sub-sektor properti yang berpotensi menikmati dampak positif pemberlakuan MEA. Tenaga kerja asing akan mendorong meningkatnya kebutuhan tempat tinggal yang berstandar internasional dan sesuai dengan tingkat ekonomi dan kualitas hidup ekspatriat,” jelas Tedi.

 

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com